Satu Jamaah Haji Riau Kloter 13 BTH yang Sakit Tiba di Jakarta
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Jamaah haji Provinsi Riau yang tertunda kepulangnnya ke Tanah Air berasal dari Kabupaten Indragiri Hilir bernama Syarifuddin Bin Salman asal Kloter 13 BTH tadi pagi pukul 04.50 Wib akhirnya tiba di tanah air setelah diberangkatkan dari Madinah menuju Jakarta dengan pesawat Saudia...
Pekanbaru (Humas)- Jamaah haji Provinsi Riau yang tertunda kepulangnnya ke Tanah Air berasal dari Kabupaten Indragiri Hilir bernama Syarifuddin Bin Salman asal Kloter 13 BTH tadi pagi pukul 04.50 Wib akhirnya tiba di tanah air setelah diberangkatkan dari Madinah menuju Jakarta dengan pesawat Saudia SV 5106 bersama Kloter 89 JKS, hal ini disampaikan Kepala Bidang Penyelenggara Haji, Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Riau H. A. Jalaluddin, Selasa (21/12) di ruang kerjanya.
Saat diberangkatkan dari tanah suci menuju Tanah Air H. Syafruddin tidak dalam kondisi duduk, melainkan dalam kondisi berbaring, tidak hanya jamaah asal Riau, empat jamaah asal Kalimantan Barat yang tertunda kepulangannya juga dipulangkan dengan Kloter 89 JKS dalam kondisi berbaring, ungkap Jalaluddin.
Setelah tiba dijakarta H. Syafruddin tidak masuk asrama haji melainkan langsung dirujuk di Rumah Sakit Haji, hal ini disebabkan karena kondisi kesehatannya yang kurang baik dan perlu mendapat perawatan lebih lanjut. Dengan kembalinya H. Syafruddin ke tanah air maka jamaah asal Provinsi Riau yang kembali ketanah air berjumlah 5126 jamaah.
Ditempat terpisah Sekretaris PPIH Debarkasi Batam H. Erizal Abdullah saat ditanyai perihal tersebut mengatakan bahwa ada lima jamaah Debarkasi Batam yang dipulangkan ke tanah air bersama kloter 89 JKS, salah satu diantaranya adalah Jamaah Riau bernama H. Syafruddin asal Kloter 13BTH. Lima jamaah asal Debarkasi Batam tersebut dalam kondisi kesehatan yang kurang baik sehingga perlu mendapat perawatan.
Saat ditanya tentang kapan kepulangan H. Syafruddin ke Provinsi Riau, H. Erizal mengatakan H. Syafruddin tidak bisa dipulangkan ke Riau hari ini, padahal PPIH Pusat sudah menyediakan penerbangan untuknya agar bisa kembali Pekanbaru dan nantinya baru akan ke Tembilahan, namun karena kondisi kesehatannya belum mengizinkan maka H. Syahfruddin perlu mendapat perawatan di RS Haji Jakarta, kemungkinan akan dipulangkan ke Tembilahan setelah kondisi kesehatannya membaik.
Pada kesempatan tersebut PPIH Debarkasi Batam telah melakukan koordinasi dengan Kanwil Kemenag Riau dan Kakankemenag Kab. Inhil tentang kepulangannya jamaah asal Inhil tersebut, namun H. Erizal menyarankan agar keluarga H. Syafruddin diminta untuk mengunjunginya ke Jakarta, mudah-mudahan dengan adanya anggota keluarga yang mendampingi H. Syafruddin di Jakarta, akan menambah semangatnya sehingga kesehatannya membaik dan dapat dipulangkan ke Tembilahan, ungkapnya.(nik)