Sebagian Besar Jamaah Riau Memilih Nafar Awal
Ringkasan:
Makkah (Humas)- Kondisi pelayanan makhtab yang kurang baik di Makhtab membuat sebagian besar jamaah haji Riau khususnya jamaah haji resiko tinggi (risti) memilih untuk melaksanakan nawar awal, yaitu keluar dari Jamarat Mina sebelum tenggelam matahai pada 12 Dzulhijjah 1432 H atau 8 November 2011.
Makkah (Humas)- Kondisi pelayanan makhtab yang kurang baik di Makhtab membuat sebagian besar jamaah haji Riau khususnya jamaah haji resiko tinggi (risti) memilih untuk melaksanakan nawar awal, yaitu keluar dari Jamarat Mina sebelum tenggelam matahai pada 12 Dzulhijjah 1432 H atau 8 November 2011.
Demikian disampaikan Kakanwil Kemenag Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, Rabu (9/11) melalui via telpon selulernya terkait pelaksanaan kegiatan haji di Tanah Suci saat ini.
"Salah satu faktor jamaah Riau memilih melakukan Nafar Awal karena kondisi makhtab di Mina kurang mendukung, khususnya bagi jamaah yang sudah tua atau risti," tegasnya.
Menurut Asyari Nur, tidak ada perbedaan dalam pelaksaan ibadah dalam hal Nafar karena Nafar secara bahasa adalah rombongan. Sementara definisi dalam haji adalah rombongan jamaah haji yang berdasarkan jadwal harus meninggalkan Mina. Nafar awal biasa diambil oleh jamaah haji setelah wukuf di Arafah dan mabit atau bermalam di Mina pada 11 Dzulhijjah dan 12 Dzulhijjah untuk melakukan serangkaian ibadah haji berupa lempar jumroh Ula dan Wustho dan harus keluar dari jamarat Mina sebelum tenggelam matahari yakni 12 Dzulhijjah.
Sementara apabila jamaah haji hingga 12 Dzulhijjah sebelum matahari tenggelam belum meninggalkan Mina, maka jamaah haji harus mengambil Nafar Tsani, sehingga jamaah haji menginap di Mina satu malam hingga 13 Dzulhijjah.
"Yang membedakan antara Nafar awal dan tsani juga terletak ada jadwal jamaah haji serta kondisi kesehatan. Sehingga tidak heran banyak jamaah haji khsususnya jamaah lanjut usia yang memilih Nafar awal," pungkasnya.
Sementara itu berdasarkan informasi dari ketua TPHI kloter 8 BTH, Drs H Saharuddin, jamaah asal Rohul yang melakukan nawaf awal sebanyak 11 orang dan nafar tsani 458 orang. Sementara itu 1 orang dirawat di BPHI, yaitu Suarni dari Kabun.
Dari Kloter 15 yang melaksanakan nafar awal sebanyak 166 jamaah dan nafar sani 277 orang, Satu orang dirawat di RAS 1 orang Fauziah (57th), sementara yang ditenda di infus 1 orang Jamil Damanik (76th) dan satu orang goib/ hilang di areal Mina Ali Bin Jabal (67th) dan sudah dilaporkan ke PAM. (msd)