Riau (Kemenag) --- Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Wilayah Riau bekerja sama dengan Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Riau menyelenggarakan kegiatan Rapat Koordinasi Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Riau dan Musyawarah APRI Provinsi Riau Tahun 2025. Organisasi profesi penghulu sejatinya adalah embrio atau cita-cita yang sudah lama terpatri dalam alam bawah sadar penghulu. Embrio dan cita-cita diejawantahkan dalam Munas di Bogor tahun 2019. Dari situ melahirkan bayi kesepakatan yang dinamai dengan Asosiasi penghulu Republik Indonesia yang disingkat dengan APRI.Ā
āDalam periode Awal APRI wilayah Riau, kendati dengan keterbatasan sarana dan prasarana dan letak geografis Provinsi Riau, telah berhasil meneraju dan meletakkan dasar pijakan organisasi dengan telah terbentuknya pengurus APRI Tingkat Kabupaten/Kota se Provinsi Riau. Kami menyadari bahwa amanah yang diemban tidak sepenuhnya memenuhi ekspektasi kawan-kawan semua. Namun bukan bermakna kita berhenti di tengah jalan. Oleh itu dalam Muswil ini kami sengaja mengangkat Tema, Merawat Integritas, Menjunjung Profesionalitas dan Menjaga Soliditasā tutur Ketua APRI Riau H. Suhardi pada Musyawarah Wilayah (Muswil) II Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Wilayah Riau, Jumat (18/7/25).Ā
Lebih lanjut Suhardi mengatakan di tengah hiruk pikuk dunia dan era post truth ini, maka integritas menjadi sebuah keniscayaan yang harus terus dirawat oleh penghulu. Integritas yang mudah diretas oleh berbagai hal, hanya akan membuat penghulu kehilangan identitas.Ā
āIntegritas menjadi pondasi penting untuk meletakkan nilai-nilai lain yang juga harus dimiliki oleh penghulu, terutamanya profesionalitas. Profesionalitas tanpa dibingkai integritas, ibarat tubuh kehilangan ruh. Diri menjadi kering kerontang dan jauh dari kesejatian. Penghulu harus terus mengupgrade diri dengan literasi yang terkoneksi dengan perkembangan zaman, bukan terkungkung dalam utopia sebagai penghulu yang namanya terbaca di menara gading perbincangan publik. Namun realitasnya tidak menetaskan kreativitas nan membumiā.Ā
Sebagai Ketua APRI Riau Suhardi berpesan untuk menjaga soliditas penghulu.Ā
āAPRI ini rumah bersama kita, rumah untuk kita berjuang dan menuangkan ide dan memberikan kontribusi dan merefleksikannya dalam program yang akan membuahkan kebaikan dan kemajuan. Mengutip ungkapan Klen Blanchard, ā Tak satupun dari kita sepintar kita semuaā. Kepintaran diri sendiri tak akan bernilai dan hanya berputar2 di bilik sempit personal dan tidak akan bisa mengalahkan kepintaran komunal (kebersamaan). Potensi kebersamaan dalam organisasi inilah adalah modal besar untuk kita melakukan pergerakan dan perubahanā.Ā
Pada Kegiatan (Muswil) II Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Wilayah Riau ini secara aklamasi peserta kembali memilih Dr. H. Suhardi, MA sebagai KetuaĀ memimpin APRI Riau Empat tahun mendatang periode 2025- 2029.Ā
Kegiatan tersebut dibuka langsung Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau didampingi Kabid Urais dan diikuti Pengurus APRI Provinsi Riau dan Perwakilan Pengurus APRI Kabupaten Kota se Provinsi Riau