0 menit baca 0 %

Sederhana dan Penuh Makna, MAN 1 PK Bengkalis Gelar Pelepasan Siswa Kelas XII TP 2024/2025

Ringkasan: Bengkalis (Kemenag) - Madrasah Aliyah Negeri 1 PK Bengkalis melangsungkan acara pelepasan 209 peserta didik kelas XII tahun ajaran 2024/2025 secara sederhana namun penuh makna, bertempat di Areal Parkir MAN 1  PK Bengkalis, Senin (19/5/2025).Dalam momen pelepasan yang khidmat ini, siswa kelas XII m...

Bengkalis (Kemenag) - Madrasah Aliyah Negeri 1 PK Bengkalis melangsungkan acara pelepasan 209 peserta didik kelas XII tahun ajaran 2024/2025 secara sederhana namun penuh makna, bertempat di Areal Parkir MAN 1  PK Bengkalis, Senin (19/5/2025).

Dalam momen pelepasan yang khidmat ini, siswa kelas XII mengikuti prosesi simbolis dengan pengalungan medali. Tindakan ini dimaknai sebagai tanda berakhirnya masa belajar selama tiga tahun di madrasah, sekaligus awal dari langkah baru ke tahap berikutnya dalam pendidikan maupun kehidupan bermasyarakat.

Kepala MAN 1 PK Bengkalis, H. Ridwan Ahmad, S.Ag, M.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kelulusan para siswa serta harapan agar terus membawa nilai-nilai madrasah dalam setiap langkah kehidupan.

“Meski pelepasan ini digelar dengan sederhana, maknanya sangat dalam. Pengalungan Medali  bukan hanya simbol kelulusan, tapi juga komitmen untuk menjaga identitas sebagai lulusan madrasah yang harus tetap berprestasi,” ujar H. Ridwan

Selain itu, kepala madrasah memberikan apresiasi kepada siswa-siswi yang sudah diterima di perguruan tinggi negeri baik melalui jalur SPAN-PTKIN dan SNBP.  Salah satu perwakilan siswa  Wan Raissa tidak lupa berterimakasih kepada para guru.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak ibu guru yang telah membimbing dan mendidik kami dengan penuh rasa sabar, terima kasih juga buat teman-teman sudah berjuang sampai di titik ini, semoga teman-teman sukses dan sampai bertemu dengan cerita yang berbeda,” ungkapnya.

Kemudian Rafli Ardiansyah yang duduk di kelas XII IPA 4 mengungkapkan dalam pesan saat pelepasan secara sederhana ini terasa sangat sedih, karena tidak bisa dilaksanakan seperti tahun sebelumnya.

“Tapi saya merasa bangga masih diberi waktu untuk berkunpul bersama teman-teman angkatan dan bapak ibu guru,” tutur Rafli

Acara ditutup dengan momen penuh haru seluruh siswa kelas XII berkumpul di lapangan dan melakukan mushofahah (salam-salaman) dengan para guru. Tangis haru dan pelukan hangat mewarnai suasana, mencerminkan ikatan batin yang terjalin erat antara siswa dan pendidik selama masa pendidikan. ( Ical)