Sungai Pakning (Kemenag) - Kabar membanggakan
datang dari dunia pendidikan Kabupaten Bengkalis, Salah seorang guru
terbaik MAN 2 Bengkalis Anasruddin, S.Ag, berhasil menorehkan prestasi
membanggakan di tingkat ASEAN dalam ajang Lomba Cipta Puisi Internasional
bertema “Jika Nafasku yang Terakhir”. Prestasi
ini merupakan untuk kedua kalinya setelah kemarin dinobatkan menjadi juara umum
lomba menulis puisi tingkat nasional.
Dalam kompetisi bergengsi yang menghimpun para penyair dari
berbagai negara Asia Tenggara ini, Anasruddin dianugerahi penghargaan sebagai
Juara Terunik atas puisinya yang memukau dan penuh makna. Karyanya diterbitkan
dalam antologi internasional berjudul "Bait Terakhir", yang resmi
diluncurkan pada Ahad, 11 April 2025 di Jakarta.
Ajang ini diselenggarakan oleh Komunitas Galeri Sastra,
dengan Sahbuddin DG. Palabbi sebagai ketua komunitas dan Leona Juliet bertindak
sebagai pimpinan redaksi. Keduanya dikenal luas di dunia sastra Asia sebagai
penggerak dan kurator karya-karya sastra bertaraf internasional.
“Saya tidak menyangka puisi yang saya tulis di sela-sela
mengajar dan membimbing siswa bisa diapresiasi sedemikian rupa.
Ini bukan hanya prestasi pribadi, tapi juga semangat untuk menghidupkan
kembali gairah sastra di kalangan pendidik dan pelajar,” ungkap
Anasruddin dengan rendah hati
Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi siswa dan
rekan-rekan guru lainnya di MAN 2 Bengkalis serta seluruh pendidik di Indonesia
untuk terus berkarya, tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga di
panggung-panggung kreatif dunia.