0 menit baca 0 %

Sekretaris BMBPSDM Kemenag RI : Upgrade SDM Internal Kemenag dengan Kompetensi yang Qualified

Ringkasan: Kampar (Kemenag) - Turut memberikan materi pada Pelatihan Jarak Jauh (PJJ) Personal Branding yang dilaksanakan Loka Diklat Keagamaan Pekanbaru untuk wilayah Kemenag Riau dan Kepri, yakni Sekretaris Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama, Prof.Dr.Ahma...

Kampar (Kemenag) - Turut memberikan materi pada Pelatihan Jarak Jauh (PJJ) Personal Branding yang dilaksanakan Loka Diklat Keagamaan Pekanbaru untuk wilayah Kemenag Riau dan Kepri, yakni Sekretaris Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama, Prof.Dr.Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag. Beliau menyampaikan materi tentang Pembangunan Bidang Agama dan Keutuhan NKRI. Sesi ini berlanjut pada Selasa (4/2/2025) melalui Virtual Zoom Meeting.


Prof Ahmad Zainul mengawali materi dengan menampilkan Visi dan Misi dari Kementerian Agama 2020-2024. Visi Kementerian Agama periode tersebut ialah "Kementerian Agama yang profesional dan andal dalam membangun masyarakat yang saleh, moderat, cerdas dan unggul untuk mewujudkan Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan berkepribadian berdasarkan gotong Royongโ€.ย 

"Dalam mewujudkan visi ataupun misi dari Kementerian Agama, harus kita upgrade dari dalam terlebih dahulu. Dengan memiliki SDM yang berkompeten, berintegritas dan qualified, maka seluruh program dan tujuan dari Kementerian Agama tentunya akan terasa mudah dikerjakan," ujarnya.

"Membangun masyarakat yang saleh dan moderat juga ada di dalam visi tersebut. Hargailah keyakinan orang lain meskipun berbeda-beda. Menghargai keyakinan orang lain tidak akan mengurangi akidah keyakinan kita sendiri. Itu adalah hal yang berbeda," tambahnya.

Sensus Penduduk 2020 mencatat bahwa total populasi Indonesia mencapai 270,2 juta jiwa. Naik 32,6 juta jiwa dibandingkan 2010. Dan dari generasi ke generasi, tercatat bahwa Gen Millenial dan Gen Z merupakan populasi terbanyak saat ini. Generasi Millenial / Generasi Y yang terdiri dari kelahiran 1981-1996 merupakan usia produktif saat ini di Kementerian Agama. Dan Generasi Z yang merupakan kelahiran 1997-2012, adalah generasi-generasi termuda yang masuk di Kementerian Agama.

"Perbedaan atau lintas generasi ini memberikan fenomena-fenomena. Seperti misalnya cara berkomunikasi antar sesama Gen X (1965-1980) yaitu generasi saya sekarang ini, dengan cara berkomunikasi ke Generasi Milenial ataupun Gen Z itu berbeda treatmentnya. Maka demi keberlangsungan dari pekerjaan kita dan mencapai goals besar Kementerian Agama, ini harus kita pahami bersama," tuturnya.

Dengan tuntutan teknologi yang semakin hari juga semakin canggih, memacu ASN Kementerian Agama untuk harus selalu update pada pembaruan-pembaruan tersebut. Penetrasi penggunaan internet pada masing-masing generasi juga memberikan dampak. Hal ini lah yang akan menjadi sebuah penyesuaian bagi Kementerian Agama dalam menyongsong Visi Misi terbaru.

(Cicy/Fatmi/Agus)