0 menit baca 0 %

Sekretaris PD IPARI Bengkalis Hadiri Rapat Koordinasi Bimas Islam Kanwil Kemenag Provinsi Riau

Ringkasan: Pekanbaru, 8 Mei 2025 Eny Gustinawati, Penyuluh Agama Islam KUA Kec. Bengkalis sebagai Sekretaris Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Bengkalis, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Bimas Islam yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provin...


Pekanbaru, 8 Mei 2025 — Eny Gustinawati, Penyuluh Agama Islam KUA Kec. Bengkalis sebagai Sekretaris Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Bengkalis, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Bimas Islam yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau. Rakor berlangsung di Aula Kanwil Kemenag Riau mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Eny sebagai utusan Kemenag Bengkalis mengikuti kegiatan ini bersama Ketua PD IPARI Bengkalis Hj. Nurleili Lubis dan Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Bengkalis, Mahzum, S.Ag. Rakor yang mengangkat tema "Sinergitas Program Bimas Islam untuk Layanan Keagamaan Berdampak" ini diikuti oleh 72 peserta dari berbagai unsur. Peserta terdiri dari Kasi Bimas Islam dan Kasi Penyelenggara Syariah se-Kabupaten/Kota, serta Ketua dan Sekretaris PD IPARI dan PD APRI (Asosiasi Penghulu Republik Indonesia) se-Riau.
Acara dibuka oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Riau, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Dr. H. Muhammad Fakhri, Kabid Urusan Agama Islam (Urais). Turut hadir juga Kabid Penais Zakat dan Wakaf (ZAWA), H. Mas Jekki Amri, MHS, S.Sos., MM.
Dalam sambutannya, Kabid Urais menyampaikan bahwa Rakor kali ini berbeda dari biasanya, karena untuk pertama kalinya menghadirkan semua elemen—baik dari Bimas Islam, ZAWA, maupun PD IPARI dan PD APRI—dalam satu forum bersama. Ia menekankan pentingnya sinergitas lintas unit agar program yang dijalankan memiliki dampak nyata di masyarakat.
“APRI dan IPARI adalah ujung tombak di masyarakat, karena penghulu dan penyuluh yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa Rakor ini merupakan upaya menyinkronkan program kerja antara Bidang Urais dan Bidang Penais Zawa, terutama dalam pelaksanaan program strategis seperti bimbingan perkawinan untuk menurunkan angka stunting dan program BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah) guna menekan pernikahan usia dini.
Kabid Urais juga menegaskan pentingnya KUA sebagai pusat layanan keagamaan yang berjalan sesuai dengan amanah PMA Nomor 24 Tahun 2024. Ia mengingatkan agar seluruh peserta Rakor tidak bersikap lamban terhadap program-program kementerian. “Pesan dari Bapak Kakanwil, jangan slow respon terhadap program yang menjadi bagian dari tupoksi kita, misalnya Masjid Ramah Pemudik saat Ramadhan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan akan terwujud sinergi yang kuat antar unit kerja dalam memberikan layanan keagamaan yang berdampak langsung dan luas kepada masyarakat.