0 menit baca 0 %

Seksi Bimas Islam, Melalui KUA Tebing Tinggi Timur Ukur Arah Kiblat Musholla Nurul Iman di MTs Nurul Iman Desa Sendanu Darulihsan

Ringkasan: Meranti (Inmas) Kiblat merupakan arah yang dituju umat Islam dalam berbagai konteks ibadah, terutama shalat. Menghadap kiblat merupakan syarat sah shalat menurut kesepakatan para ulama (kecuali dalam keadaan tertentu). Arah ini merujuk pada Ka bah, bangunan yang terletak di tengah-tengah Masjidil Ha...

Meranti (Inmas) – Kiblat merupakan arah yang dituju umat Islam dalam berbagai konteks ibadah, terutama shalat. Menghadap kiblat merupakan syarat sah shalat menurut kesepakatan para ulama (kecuali dalam keadaan tertentu). Arah ini merujuk pada Ka’bah, bangunan yang terletak di tengah-tengah Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi. Ketentuan ini diperkuat dengan Firman Allah.S.W.T dalam Al-Qur’anul Karim, surah Al Baqarah: 144, dan Hadist Nabi Muhammad.S.A.W. yang diriwayatkan oleh Bukhari no. 6251 dan Muslim no. 912.

KA.KUA Kecamatan Tebing Tinggi Timur Junaidi.S.Ag di dampingi Suhelmi, S.Ag selaku penyuluh agama islam non PNS wilayah Kecamatan Tebing Tinggi timur, melakukan pengukuran arah kiblat di Musholla Nurul Iman di MTs Nurul Iman Desa Sendanu Darulihsan. Pengukuran disaksikan langsung oleh Helmi Dedi. S.Thi, selaku pihak yang mewakili MTs Nurul Iman Desa Sendanu Darulihsan.

Adapun Teknik pengukuran arah kiblat ini menggunakan dua metode, yaitu metode Azimuth Ka'bah dan Azimuth Matahari melalui media aplikasi Android SUNCALC sebagai pelengkap.

Di temui Tim Inmas di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti Drs.H.Sulman selaku kasi bimas islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti menyatakan “Pengukuran arah kiblat seperti ini sangat penting dilakukan, sebab pergeseran sebesar 1° saja maka akan terjadi pergeseran sekitar 145 km dari Ka’bah” tegas H.Sulman.

Salah satu upaya agar masyarakat memahami pentingnya arah kiblat, Seksi Bimas Islam Kepulauan Meranti memberikan pelayanan pengukuran arah kiblat dengan mengajukan permohonan ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti.

Menurut Junaidi.S.Ag  sebagian Masjid dan Mushalla di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi Timur memiliki selisih pergeseran yang cukup banyak. Hal ini biasanya didasari oleh lokasi pembangunan Masjid dan Mushalla yang terkadang harus menyesuaikan letak tanah atau jalan. Sementara bagi sebagian masyarakat, masih ada yang berkeyakinan bahwa dimanapun kita berada arah shalat selalu kearah barat. Meski saat ini menentukan arah kiblat sangat mudah dilakukan seperti halnya dengan bantuan kompas atau Smartphone, ternyata hasil yang ditunjukkan tidak selalu akurat. Ini dapat dibuktikan hasil dari Kompas dan antara aplikasi andoid yang satu dengan aplikasi android yang lain bisa menunjukkan angka yang berbeda karena faktor wilayah dan benda sekitar, misalnya besi dan tarikan magnet.(Tim Inmas)