Kampar (Kemenag) – Kepala Kantor
Kemenag Kampar yang diwakili oleh Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok
Pesantren Ahmad Fadhli membuka secara langsung sosialisasi penggunaan Dana BOSP
(Bantuan Operasional Sekolah – Pesantren). Kegiatan ini berlangsung selama satu
hari yakni Rabu (30/4/2025). Dengan jumlah peserta sebanyak lebih kurang 40
orang yang terdiri dari Kepala Satuan Pendidikan dan Bendahara Penerima di Pesantren
di Kampar yang menerima BOSP tersebut.
Kegiatan dipandu oleh tim Seksi
PD Pontren antara lain Usman sebagai Pembawa Acara, Madjais dan Khairani, dan
Miswansyah sebagai anggota, serta Pembantu Operator Dana BOSP Reza Rangkuti.
“Pengelolaan Dana BOS ini kami
berikan sosialisasinya tentu dengan tujuan agar pelaporan kita semua seragam. Intinya
meskipun ada perbedaan-perbedaan namun tujuan kita tetap sama, yakni untuk
pelaksanaan kegiatan pengelolaan dana BOSP tersebut,” Fadhli mengingatkan.
Fadhli juga menambahkan bahwa
dari 125 Pondok Pesantren yang ada di Kabupaten Kampar, sudah lebih dari
separuhnya telah menerima BOSP. BOSP hadir sebagai angin segar yang diharapkan
dapat menopang operasional pesantren, meningkatkan mutu pembelajaran, dan
menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi santri.
“Namun, efektivitas dana BOSP
sangat bergantung pada pemanfaatannya yang tepat dan akuntabel. Sosialisasi ini
bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai alokasi dan
prioritas penggunaan dana BOSP agar dapat memberikan dampak yang maksimal bagi
kemajuan pesantren kita,” tajuknya.
Setelah membuka kegiatan, Ahmad
Fadhli pun turut memberikan penjelasan tentang Pengelolaan BOSP ini. Dimulai dengan
evaluasi-evaluasi pada pengelolaan tahun lalu, dasar hukum, dan lain-lain. Beliau
juga menjelaskan tentang apa saja komponen penggunaan Dana BOSP ini. Diantaranya
ialah untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), kegiatan pembelajaran,
pengembangan perpustakaan, dan masih banyak yang lainnya.
Terakhir, tak lupa Fadhli juga memaparkan
hal-hal yang dilarang dalam penggunaan Dana BOSP seperti misalnya membangun gedung
baru, membeli pakaian seragam, membiayai kegiatan yang sudah dibiayai dari
seumber lain (double accounting), dan sebagainya.
Sosialisasi ditutup dengan
penjelasan lebih lengkap dan detail oleh pembantu operator Dana BOSP dan juga tanya
jawab dari peserta sosialisasi kepada tim Seksi PD Pontren.
(Cicy/Fatmi/Agus)