0 menit baca 0 %

Seluruh Penyuluh Agama Islam KUA Mandau Ikuti Pendampingan Program Pemberdayaan Ekonomi Ummat di Masjid Assalam

Ringkasan: Mandau (Kemenag)  Seluruh Penyuluh Agama Islam KUA Mandau turut hadir dalam kegiatan Pendampingan Program KUA Pemberdayaan Ekonomi Ummat yang digelar di Masjid Assalam, Jalan Hang Tuah, Kecamatan Mandau, Rabu (27/8/2025). Kehadiran mereka menjadi bukti nyata dukungan terhadap upaya penguatan peran...

Mandau (Kemenag)  – Seluruh Penyuluh Agama Islam KUA Mandau turut hadir dalam kegiatan Pendampingan Program KUA Pemberdayaan Ekonomi Ummat yang digelar di Masjid Assalam, Jalan Hang Tuah, Kecamatan Mandau, Rabu (27/8/2025). Kehadiran mereka menjadi bukti nyata dukungan terhadap upaya penguatan peran masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat.

Dalam kegiatan tersebut, hadir dua narasumber utama, yaitu Carles selaku Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis, serta Muhammad Hasbi, Direktur LAZ Ibadurrahman. Keduanya menyampaikan materi tentang pentingnya pengelolaan zakat yang terarah dan produktif, baik zakat maal, zakat profesi, maupun optimalisasi peran masjid melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) atau Mitra Pengelola Zakat (MPZ).

Para penyuluh terlihat antusias mengikuti materi. Bahkan setelah pemaparan selesai,Nurleili Lubis  salah seorang penyuluh mengajukan pertanyaan langsung kepada Muhammad Hasbi mengenai implementasi asnaf fisabilillah serta strategi sosialisasi zakat bagi jamaah binaan majlis ta’lim. Ia menyampaikan rencana para penyuluh untuk mengadakan seminar sehari tentang zakat, dengan harapan dapat memperluas pemahaman umat sekaligus meningkatkan kesadaran berzakat.

Selain itu, penyuluh tersebut juga menanyakan terkait peluang pinjaman lunak bagi jamaah yang membutuhkan modal usaha kecil, sebagai bentuk konkret dari pemberdayaan dana zakat agar lebih produktif dan berdampak langsung pada ekonomi masyarakat.

Pertanyaan tersebut disambut baik oleh Muhammad Hasbi yang menegaskan bahwa LAZ Ibadurrahman siap bersinergi dengan KUA dan para penyuluh dalam mengembangkan program-program yang sesuai dengan kebutuhan jamaah. Menurutnya, zakat produktif harus diarahkan untuk membantu mustahik yang memiliki potensi agar bisa mandiri, sementara seminar maupun sosialisasi di majlis ta’lim merupakan langkah tepat untuk menguatkan literasi zakat di kalangan umat.

Kehadiran para penyuluh agama Islam KUA Mandau dalam kegiatan ini menjadi modal penting dalam memperluas jaringan dakwah dan pemberdayaan. Dengan peran strategis mereka yang berhadapan langsung dengan masyarakat, diharapkan semangat pemberdayaan ekonomi umat melalui zakat dapat terus bergulir hingga ke lapisan paling bawah masyarakat Mandau.