0 menit baca 0 %

Semangat Berantas Buta Aksara Al-Qur'an di MTs TI Koto Lubuk Jambi KUA Kuantan Mudik Hadirkan Penyuluh Agama Demi Ciptakan Generasi Qur'ani

Ringkasan: Kuansing (Kemenag ) Dalam upaya membentuk generasi muda yang cinta Al-Qur'an dan mampu membaca serta memahaminya, KUA Kecamatan Kuantan Mudik melalui program pemberantasan buta aksara Al-Qur an kembali melanjutkan bimbingannya di MTs TI Koto Lubuk Jambi pada Senin, 4 Agustus 2025.

Kuansing (Kemenag )– Dalam upaya membentuk generasi muda yang cinta Al-Qur'an dan mampu membaca serta memahaminya, KUA Kecamatan Kuantan Mudik melalui program pemberantasan buta aksara Al-Qur’an kembali melanjutkan bimbingannya di MTs TI Koto Lubuk Jambi pada Senin, 4 Agustus 2025. Kegiatan ini disambut dengan penuh antusias oleh para santri dan santriwati yang menunjukkan semangat luar biasa dalam mengikuti pembelajaran.

Program ini digagas oleh Penyuluh Agama Fungsional KUA Kuantan Mudik, Deli Asran, S.Ag, bersama para Penyuluh Agama Non-PNS (PPPK) Kuantan Mudik yang turut serta turun langsung ke sekolah. Mereka bersinergi dan saling mendukung dalam membimbing para siswa-siswi yang masih mengalami kesulitan membaca Al-Qur’an.

Dengan metode yang disesuaikan dan pendekatan yang sabar dan humanis, para penyuluh berhasil menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan. Para santri yang semula belum mengenal huruf hijaiyah, kini mulai dapat membaca dengan lebih baik. Bahkan sebagian dari mereka sudah menunjukkan kemajuan signifikan dalam pelafalan dan pemahaman tajwid.

Menurut Deli Asran, kegiatan ini bukan hanya sekadar pengajaran teknis, melainkan juga bentuk kepedulian sosial dan keagamaan. “Pemberantasan buta aksara Al-Qur’an adalah bagian dari tanggung jawab dakwah kami sebagai penyuluh agama. Generasi muda harus kita bekali dengan dasar agama yang kuat, terutama kemampuan membaca Al-Qur’an,” jelasnya.

Kepala madrasah dan para guru sangat mengapresiasi program ini. “Kami sangat terbantu dengan adanya bimbingan dari para penyuluh. Perubahan para siswa begitu nyata, baik dari segi kemampuan maupun semangat belajar mereka. Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut,” ujar salah satu guru MTs TI Koto Lubuk Jambi.

Melalui kegiatan ini, KUA Kuantan Mudik berharap bisa menjadi pelopor gerakan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di seluruh wilayah binaannya. Tidak hanya di sekolah, tetapi juga di desa-desa, majelis taklim, dan rumah-rumah ibadah.

Dengan sinergi dan komitmen yang kuat antara penyuluh agama, sekolah, dan masyarakat, pemberantasan buta aksara Al-Qur’an bukan hanya impian, tetapi misi yang terus diwujudkan demi mencetak generasi Qur’ani yang cerdas, beriman, dan berakhlak mulia. (RP)