Batam(Kemenag)โ Di antara 97 jemaah haji asal Kabupaten Kepulauan Meranti yang bersiap terbang ke Tanah Suci pada Sabtu(10/5), hadir sosok inspiratif yang menarik perhatian banyak orang. Adalah termasuk jemaah tertua dalam rombongan 11 kloter 9 yang tetap bersemangat dan penuh syukur meski usia sudah tak muda lagi.
Dengan langkah pelan namun mantap, Rodiyah (81 tahun) memasuki bus jemaah di Embarkasi Batam didampingi anaknya, yang juga menjadi pendamping haji. Mengenakan baju batik haji nasional, Rodiyah tampak tenang dan sesekali melempar senyum kepada petugas yang melepas keberangkatannya.
โIni impian saya sejak lama, setelah mendaftar di Tahun 2012. Alhamdulillah, akhirnya Allah beri kesempatan. Walaupun kaki sudah tidak sekuat dulu, tapi hati saya kuat untuk ke Baitullah,โ ucap Rodiyah dengan mata berkaca-kaca.
Perjalanan spiritual ini telah Rodiyah nantikan sejak belasan tahun lalu. Menabung sedikit demi sedikit dari hasil bekerja di kampung, Rodiyah akhirnya mampu mendaftar haji dan kini siap menunaikan rukun Islam kelima.
Menurut petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah, Lili Fauzaih semangat Rodiyah menjadi motivasi bagi jemaah lain yang lebih muda. โBeliau selalu lebih dulu siap saat jadwal kegiatan. Semangatnya luar biasa. Kami sangat terinspirasi,โ ujar Lili Fauziah, salah satu petugas pendamping.
Kisah Rodiyah mengingatkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk beribadah, dan tekad yang kuat akan selalu menemukan jalannya. Dengan doa dari keluarga dan warga kampungnya di Meranti, Rodiyah berharap dapat menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar dan kembali ke tanah air sebagai haji mabrur. (T)