0 menit baca 0 %

Semangat Hari Santri Nasional di Indragiri Hulu Diharapkan Jadi Pilar Indonesia Emas 2045

Ringkasan: Indragiri Hulu (Kemenag) Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu menggelar Upacara Peringatan Hari Santri Nasional ke-10 Tahun 2025 di Halaman Kantor Bupati Indragiri Hulu pada Rabu (29/10/2025). Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati Indragiri Hulu Ade Agus Hartanto menyampaikan pesan kuat tentang...

Indragiri Hulu (Kemenag) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu menggelar Upacara Peringatan Hari Santri Nasional ke-10 Tahun 2025 di Halaman Kantor Bupati Indragiri Hulu pada Rabu (29/10/2025). Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati Indragiri Hulu Ade Agus Hartanto menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya semangat juang para santri dan pemuda dalam memperkuat karakter bangsa serta melawan ancaman sosial modern, khususnya penyalahgunaan narkoba.

Dalam amanatnya, Bupati Ade menegaskan bahwa semangat Hari Santri dan Hari Sumpah Pemuda memiliki nilai perjuangan yang saling menguatkan, di mana keduanya berakar pada tekad generasi muda untuk menjaga persatuan dan martabat bangsa. “Besar harapan saya agar putra putri kita menjadi tonggak, menjadi pilar, dan menjadi tiang dalam menghadapi tantangan zaman, terutama maraknya peredaran narkoba. Teruslah menjadi garda terdepan terhadap akhlak, penguatan keimanan, dan penyebaran agama sehingga menjadikan putra putri sebagai simbol keberhasilan kemajuan Indonesia Emas 2045,” ujar Bupati Ade.

Upacara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh berbagai unsur Forkopimda, ASN, tokoh agama, santri, serta perwakilan pondok pesantren dari berbagai kecamatan di Indragiri Hulu. Peringatan Hari Santri bukan hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum untuk meneguhkan peran pesantren sebagai pusat pendidikan moral dan pemberdayaan umat.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu, Darwison, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan komitmen Kementerian Agama dalam terus mendampingi dan memperkuat kemandirian pesantren di daerah. “Kementerian Agama selalu mengawal perkembangan pondok pesantren, baik dari aspek kelembagaan, kurikulum, maupun pemberdayaan ekonomi pesantren. Tahun 2025 ini, kami terus berupaya meningkatkan kemandirian pesantren agar mampu menjadi lokomotif kemajuan masyarakat,” ungkap Darwison.

Ia menambahkan, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter bangsa yang religius, mandiri, dan berdaya saing. Menurutnya, pemberdayaan pesantren bukan hanya soal pendidikan agama, tetapi juga tentang menciptakan ekosistem ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

Peringatan Hari Santri Nasional di Indragiri Hulu tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan pesantren dalam membangun generasi muda yang beriman, tangguh, serta bebas dari ancaman narkoba. Dampak langsung dari gerakan ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial dan moral masyarakat, sekaligus menjadi langkah nyata menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045 yang berlandaskan nilai keagamaan dan kebangsaan.