0 menit baca 0 %

Semangat Juang Kontingen Siak Menggema Menuju Olimpiade Madrasah Indonesia 2025

Ringkasan: Siak (Kemenag) - Suasana penuh haru dan semangat membara mewarnai halaman MTsN 1 Siak pada Rabu, 1 Oktober 2025. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak secara resmi melepas kontingen Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Provinsi Riau yang akan berlangsung di MAN 3 Pekanbaru.

Siak (Kemenag) - Suasana penuh haru dan semangat membara mewarnai halaman MTsN 1 Siak pada Rabu, 1 Oktober 2025. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak secara resmi melepas kontingen Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Provinsi Riau yang akan berlangsung di MAN 3 Pekanbaru.

Kasubag TU Kemenag Kabupaten Siak, H. Resman Junaidi, S.HI, didampingi Kasi Pendis H. Zubir Efendi, M.Sy dan Ketua Forum Komunikasi Kepala Madrasah (FKKM) Kabupaten Siak, Idris, M.Pd, hadir langsung memberikan restu sekaligus melepas para duta terbaik madrasah Kabupaten Siak.

Dalam sambutannya, H. Resman Junaidi menyalakan semangat juang para peserta dengan pesan inspiratif. “Jangan pernah gentar. Jadilah duta madrasah yang menjunjung sportivitas, menjaga persaudaraan, dan membawa nama harum Kabupaten Siak di tingkat provinsi. Tunjukkan bahwa madrasah mampu bersaing dan berprestasi!” ujarnya penuh motivasi.

Kontingen Kabupaten Siak tampil dengan kekuatan penuh: 33 peserta dari jenjang MI, MTs, hingga MA, didampingi 15 guru pendamping dan official, sehingga total rombongan berjumlah 48 orang. Mereka adalah putra-putri terbaik yang siap mengukir prestasi dan membawa pulang kebanggaan.

Melalui ajang OMI, bukan hanya keterampilan akademik yang diasah, tetapi juga mental juang, kebersamaan, dan karakter unggul yang menjadi ciri khas madrasah. Besar harapan, kontingen Siak dapat menorehkan catatan manis, sekaligus meneguhkan eksistensi madrasah sebagai pusat lahirnya generasi unggul, berdaya saing, dan berakhlak mulia.

“Selamat berjuang, duta-duta madrasah Siak! Jadikan OMI 2025 sebagai panggung untuk menunjukkan prestasi dan mengibarkan panji kebanggaan madrasah di Bumi Lancang Kuning”. (Fz)