Riau (Kemenag) --- Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kebijakan Publik, Media, Hubungan Masyarakat, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, H. Ismail Cawidu, menegaskan pentingnya semangat kebersamaan dalam bekerja di lingkungan Kementerian Agama. Menurutnya, kepemimpinan yang berhasil bukanlah kepemimpinan yang berdiri sendiri, melainkan kepemimpinan yang mampu menggerakkan tim.
“Dalam era saya di Kementerian Agama, tidak ada istilah superman, yang ada hanya super team,” tegas Ismail Cawidu saat memberikan arahan dalam kegiatan Silaturahmi dan Pembinaan Pegawai di Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Senin (1/9/2025).
Ia kemudian mengibaratkan kepemimpinan yang ideal seperti kesebelasan sepak bola. Filosofi ini, menurutnya, mengandung tiga hal penting:
1. Penguasaan keahlian (skill) – setiap anggota tim harus memiliki kompetensi dan intelektualitas di bidang masing-masing.
2. Kerja sama tim – seluruh pemain harus mampu bekerja bersama, saling menguatkan demi mencapai tujuan.
3. Stamina dan kesejahteraan – agar bisa tampil maksimal, diperlukan kondisi fisik dan mental yang prima, termasuk perhatian terhadap kesejahteraan pegawai.
“Ketiga hal ini harus dimiliki bersama, karena tanpa tim yang solid, kepemimpinan tidak akan pernah berhasil,” tambahnya.
Acara tersebut dihadiri Kepala Kanwil Kemenag Riau, Kepala Bagian Tata Usaha, para Kepala Bidang, Pembimas, Kepala Kantor Kemenag Kota Pekanbaru, Kepala Madrasah, Kepala KUA Kecamatan se-Kota Pekanbaru, pejabat fungsional, pelaksana, serta ASN lainnya di lingkungan Kanwil Kemenag Riau.
Suasana silaturahmi berjalan hangat dan penuh semangat. Para ASN tampak antusias menyimak pesan yang disampaikan, terutama filosofi kepemimpinan “kesebelasan sepak bola” yang mudah dipahami namun sarat makna.
Dengan semangat super team, diharapkan ASN Kementerian Agama semakin solid, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan zaman dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.