Meranti(Kemenag)– Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025 menjadi momen istimewa bagi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kepulauan Meranti. Dari pelosok desa hingga tingkat provinsi, siswa MAN 2 mendapat kepercayaan mengibarkan Sang Merah Putih pada detik-detik proklamasi, membawa harum nama madrasah sekaligus meneguhkan semangat nasionalisme generasi muda.
Di tingkat desa, kiprah siswa MAN 2 tersebar luas. Di Desa Sungaicina, Kecamatan Rangsang Barat, seluruh pasukan pengibar bendera berjumlah 20 orang berasal dari MAN 2, dipimpin Safarul sebagai komandan pasukan di bawah bimbingan pembina Puji Prasetio, seorang Purna Paskibra Kabupaten. Desa Lemang menurunkan 13 siswa, Desa Melai 12 siswa, sementara Desa Bokor, Telaga Baru, Mekar Baru, dan Sialang Pasung juga diisi oleh siswa madrasah yang sama. Bahkan, di wilayah Rangsang Pesisir, siswa MAN 2 turut ambil bagian di pasukan pengibar bendera di desa masing-masing. Tak hanya itu, beberapa siswa juga dipercaya sebagai pembawa acara dan petugas penting lainnya.
Pada tingkat kecamatan, lima siswa MAN 2 dipercaya menjadi pasukan pengibar bendera dengan Okta Kurniawan sebagai komandan pasukan. Kepercayaan ini lahir dari latihan yang disiplin, pembinaan yang konsisten, serta semangat pantang menyerah para siswa.
Di tingkat kabupaten, kebanggaan semakin besar ketika Nurkasih Syafiqoh, siswi MAN 2, ditunjuk sebagai pembawa baki bendera pada upacara detik-detik proklamasi di Kantor Bupati Kepulauan Meranti. Sementara itu, di tingkat instansi resmi, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti juga mempercayakan siswa MAN 2 sebagai pasukan pengibar bendera. Tampil penuh wibawa, Sariyatul Akmam bertugas sebagai pembawa baki, sedangkan Muhammad Ade Saputra memimpin barisan sebagai komandan pasukan.
Prestasi siswa MAN 2 bahkan menembus tingkat provinsi. Desica Putri, siswi madrasah tersebut, sukses menjadi pengibar bendera pada upacara 17 Agustus di Pekanbaru, Riau. Dengan sikap tegap dan penuh disiplin, ia bersama pasukannya mengibarkan serta menurunkan bendera dengan sempurna, membuktikan bahwa siswa dari daerah kepulauan mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
Kepala MAN 2 Kepulauan Meranti, Syar’an Susilo, menyampaikan rasa syukur atas capaian ini. “Harapan kami, semoga disiplin yang tercipta selama pelatihan mampu memotivasi siswa lain. Keberhasilan ini bukan hanya soal tampil di upacara, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter yang membentuk generasi tangguh, nasionalis, dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Senada dengan itu, pembina Paskibra MAN 2, M. Taufik, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberi kepercayaan. “Mohon doa dari semua, semoga semua yang dipelajari siswa berguna bagi bangsa dan negara,” ungkapnya.
Salah satu peserta pengibar bendera, Saputra, juga menyampaikan kesan mendalam. “Rasanya luar biasa bisa menjadi bagian dari pengibaran bendera di hari kemerdekaan. Ini bukan hanya tugas, tapi kebanggaan. Latihan keras akhirnya terbayar, dan semoga pengalaman ini menjadi semangat untuk terus berbuat yang terbaik bagi negeri,” katanya penuh semangat.
Kiprah siswa MAN 2 Kepulauan Meranti dalam peringatan HUT ke-80 RI menjadi bukti bahwa pengabdian pada bangsa tidak mengenal batas wilayah. Melalui disiplin, kerja keras, dan kebersamaan, mereka menjadikan momentum kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga wujud pengabdian, kebanggaan, dan inspirasi bagi masyarakat luas.(HMS-DR)