Meranti(Kemenag)- Dalam upaya menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan sejak dini, Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) bekerja sama dengan TNI dan Polri menyelenggarakan sebuah kegiatan besar berbasis kepramukaan yang diberi nama Jambore Karhutla 2025. Acara ini digelar pada tanggal 18 hingga 20 April 2025 di Bumi Perkemahan Tahura, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak.
Kegiatan ini bukan sekadar ajang perkemahan biasa. Lebih dari itu, Jambore Karhutla dirancang untuk menggabungkan kegiatan edukatif, kreatif, dan menyenangkan, dengan misi utama meningkatkan kesadaran para pemuda, khususnya anggota Pramuka, terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap melanda Provinsi Riau.
Kabupaten Kepulauan Meranti pun tak ketinggalan untuk berpartisipasi aktif dalam event ini. Sebanyak 40 peserta didampingi oleh 4 pembina Pramuka diberangkatkan secara resmi oleh Bupati Kepulauan Meranti dalam sebuah seremoni pelepasan yang dilangsungkan di Kantor Polres Kepulauan Meranti. Para peserta kemudian tiba dengan selamat di lokasi perkemahan pada Kamis, 17 April 2025 untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan jambore.
Dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kepulauan Meranti, dua peserta yang terpilih mewakili sekolah adalah Sattio Dinata dari kelas X.E dan Sera Estiyasa dari kelas XI.F2B. Keduanya menjadi bagian dari kontingen yang tidak hanya membawa semangat belajar, namun juga menjunjung tinggi nilai-nilai kedisiplinan dan semangat gotong royong.
Kegiatan di Jambore Karhutla ini dimulai dengan apel pagi rutin setiap harinya, sebagai bentuk pembiasaan hidup yang teratur dan penuh disiplin. Setelah apel, berbagai kegiatan edukatif dan kompetitif dilaksanakan, termasuk lomba pembuatan video tentang Karhutla, simulasi penyelamatan, serta penilaian kontingen terfavorit.
Pembina Pramuka Gudep 03.004 – 04.004 Pangkalan MAN 2 Kepulauan Meranti, Mansurun, juga memberikan tanggapannya dan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan menaruh harapan besar kepada para peserta.
“Kegiatan ini adalah peluang emas untuk mendidik generasi muda agar lebih peduli terhadap lingkungan, khususnya tentang pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Saya berharap para peserta dapat membawa pulang semangat baru, pengalaman yang berharga, dan juga mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat mereka masing-masing. Mereka adalah duta-duta lingkungan yang harus membawa pesan penting ini kepada teman-teman sebaya, keluarga, bahkan masyarakat luas,” tegas Kak Mansurun.
Lebih lanjut, Mansurun juga berharap agar kegiatan serupa terus dilaksanakan secara berkesinambungan. “Jambore seperti ini harus terus digelar setiap tahun, karena memiliki dampak yang sangat positif. Anak-anak tidak hanya berkemah, tapi juga belajar, berkolaborasi, dan membentuk karakter. Semoga ke depan akan semakin banyak sekolah dan kabupaten yang ikut serta, dan semakin banyak pemuda yang sadar akan pentingnya menjaga alam kita," paparnya.
Sattio Dinata mengungkapkan kesannya yang sangat positif terhadap kegiatan ini. “Bagi saya cukup baik, karena ini pertama kali saya mengikuti jambore seperti ini. Acaranya sangat meriah dan damai,” ungkapnya. Sattio juga menambahkan bahwa pengalaman tersebut memberinya wawasan baru, terutama karena ia berkesempatan untuk berinteraksi dan berkemah bersama peserta dari kabupaten lain seperti Siak, Pekanbaru, Kampar, dan Rokan Hulu (Rohul).
Sattio juga menyampaikan harapannya setelah mengikuti kegiatan ini. “Saya harap ke depannya lebih bagus, baik untuk diri saya pribadi maupun untuk masyarakat. Setelah kembali nanti, saya ingin membawa semangat ini ke lingkungan sekitar saya," paparnya.
Sementara itu, Sera Estiyasa, peserta lainnya dari MAN 2 Kepulauan Meranti, menyampaikan pandangannya terkait kegiatan ini secara langsung. “Menurut saya, kegiatan Jambore Karhutla ini sangat bermanfaat. Saya merasa mendapat pengalaman baru tentang bagaimana mencegah karhutla dan bagaimana peran pemuda bisa sangat penting dalam menjaga lingkungan. Di sini saya juga belajar banyak hal tentang kepemimpinan, kerja sama, dan keberanian,” ujarnya dengan semangat.
Dengan semangat Pramuka yang penuh dedikasi dan jiwa gotong royong, Jambore Karhutla 2025 menjadi momentum penting dalam membentuk karakter pemuda Riau agar lebih peka terhadap lingkungan, khususnya terhadap isu kebakaran hutan dan lahan yang menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan hidup.
Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya pulang dengan cerita dan kenangan, tetapi juga dengan tekad dan wawasan baru untuk menjadi bagian dari solusi, bukan hanya penonton dari masalah. Sebuah langkah kecil, namun bermakna besar bagi masa depan Riau yang lebih hijau dan lestari. ( HMS-DR )