Indragiri Hulu (Kemenag) - Nuansa adat dan semangat kebangsaan terasa begitu kuat di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu selama awal bulan Agustus ini. Sejak tanggal 1 hingga 9 Agustus 2025, seluruh pegawai mengenakan pakaian adat Melayu lengkap sebagai bentuk penghormatan dan partisipasi dalam memperingati Hari Ulang Tahun ke-69 Provinsi Riau.
Kemeriahan ini juga tampak dalam apel Senin pagi yang digelar pada 4 Agustus 2025. Dalam amanatnya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Inhu, Darwison, menyampaikan bahwa bulan Agustus merupakan momentum istimewa bagi masyarakat Riau dan seluruh rakyat Indonesia.
"Agustus ini kita memperingati dua momen penting: Hari Ulang Tahun Provinsi Riau dan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Keduanya bukan sekadar seremoni, tapi pengingat bahwa kita semua adalah bagian dari sejarah dan budaya yang mesti dijaga," tutur Darwison dengan penuh semangat.
Ia juga menegaskan bahwa penggunaan pakaian adat Melayu bukan sekadar formalitas, namun bentuk nyata pelestarian budaya yang melekat erat dalam identitas masyarakat Riau.
"Dengan berpakaian Melayu, kita sedang meneguhkan jati diri kita sebagai anak jati Riau. Di balik pakaian ini ada nilai kesopanan, kebersamaan, dan kearifan lokal yang harus terus kita warisi," tambahnya.
Pegawai di lingkungan Kemenag Inhu tampak antusias dan bangga mengenakan busana adat saat melayani masyarakat. Tidak sedikit yang memanfaatkan momen ini untuk berfoto bersama dan mengunggah kebersamaan mereka di media sosial.
Menurut Darwison, perpaduan antara semangat kebudayaan dan nilai-nilai keagamaan menjadi salah satu kekuatan Kementerian Agama dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman.
"Semangat Melayu dan semangat kebangsaan harus berjalan beriringan. Inilah wajah Indonesia yang sebenarnya—berbeda-beda tapi tetap satu dalam cita," pungkasnya.
Perayaan HUT Riau ini juga menjadi pembuka rangkaian kegiatan menyambut HUT Kemerdekaan RI yang ke-80 di lingkungan Kemenag Inhu, dengan berbagai kegiatan yang melibatkan ASN, tenaga honorer, hingga masyarakat sekitar.
(Reski)