Rokan Hulu (Kemenag) — Dalam rangka memeriahkan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu (Kemenag Rohul) tidak hanya menggelar lomba olahraga seperti badminton dan sepak takraw, tetapi juga menyelenggarakan Lomba Kemenag ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah) sebagai wujud nyata implementasi Asta Protas Kementerian Agama, khususnya pada bidang Ekoteologi.
Lomba Kemenag ASRI ini bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, rapi, dan indah, sekaligus menanamkan kesadaran bahwa pelestarian lingkungan merupakan bagian dari ajaran keagamaan dan menjadi jawaban konkret atas tantangan krisis iklim melalui pendekatan ekoteologi.
Adapun objek penilaian meliputi Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan se-Kabupaten Rokan Hulu serta Madrasah Negeri di bawah naungan Kemenag Rohul. Penilaian difokuskan pada aspek keamanan lingkungan, kebersihan dan kesehatan, kerapian tata ruang, keindahan lingkungan, serta inovasi ramah lingkungan yang mencerminkan nilai-nilai keagamaan.
Proses penilaian dilaksanakan langsung oleh tim yang dipimpin Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu, H. Zulkifli, didampingi Kasubbag Tata Usaha H. Rusli, Kasi Pendidikan Islam H. Masri Manas, serta pejabat lainnya. Tim turun langsung ke lapangan mulai Rabu, 18 Desember 2025, guna memastikan penerapan konsep ASRI berjalan secara nyata dan berkelanjutan.
Kepala Kankemenag Rohul, H. Zulkifli, menegaskan bahwa konsep ASRI sejalan dengan ekoteologi, yakni menempatkan manusia sebagai penjaga alam yang bertanggung jawab secara moral dan spiritual.
“ASRI bukan sekadar penilaian kebersihan, tetapi cerminan kesadaran keagamaan kita. Lingkungan yang aman, sehat, rapi, dan indah adalah bagian dari ibadah serta ikhtiar kita dalam menjawab krisis iklim melalui perilaku yang ramah lingkungan,” ujar H. Zulkifli.
Ia menambahkan bahwa momentum HAB ke-80 Kemenag RI harus menjadi penguat komitmen seluruh jajaran untuk menghadirkan lingkungan kerja yang berdampak positif bagi masyarakat.
“KUA dan madrasah harus menjadi contoh praktik keagamaan yang peduli lingkungan, sehingga nilai ekoteologi benar-benar hidup dalam aktivitas keseharian,” tambahnya.
Melalui Lomba Kemenag ASRI ini, Kemenag Rohul berharap budaya Aman, Sehat, Rapi, dan Indah dapat terus terinternalisasi di setiap satuan kerja, mendorong terciptanya lingkungan yang berkelanjutan, nyaman, dan selaras dengan nilai-nilai keagamaan, sejalan dengan semangat HAB ke-80 Kemenag RI dan komitmen mewujudkan Kemenag Berdampak.(Humas)