0 menit baca 0 %

Semarak Hari Santri 2025: 115 Peserta Ikuti Lomba Keagamaan di MAN 1 Indragiri Hulu

Ringkasan: Indragiri Hulu (Kemenag) Sebanyak 115 peserta dari berbagai lembaga pendidikan Islam mengikuti kegiatan perlombaan dalam rangka memperingati Hari Santri 2025 tingkat Kabupaten Indragiri Hulu yang berlangsung di MAN 1 Indragiri Hulu pada Minggu (26/10/2025).

Indragiri Hulu (Kemenag) โ€“ Sebanyak 115 peserta dari berbagai lembaga pendidikan Islam mengikuti kegiatan perlombaan dalam rangka memperingati Hari Santri 2025 tingkat Kabupaten Indragiri Hulu yang berlangsung di MAN 1 Indragiri Hulu pada Minggu (26/10/2025). Kegiatan ini resmi dibuka oleh Plt. Kepala Seksi PD Pontren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu, Rajuki Ridwan, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga sportivitas dan semangat juang dalam setiap perlombaan.

Perlombaan yang digelar meliputi berbagai cabang keagamaan seperti Musabaqah Qiroatul Kutub (MQK) dan Fahmil Qurโ€™an, yang menjadi ajang bagi para santri untuk menampilkan kemampuan dan kecintaannya terhadap ilmu agama. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat lahir generasi santri yang tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki karakter disiplin, jujur, dan berjiwa kompetitif.

Rajuki Ridwan dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi juga menjadi momentum untuk meneguhkan semangat keilmuan dan kebersamaan antar-santri.

โ€œJaga sportifitas dan keluarkan usaha semaksimal mungkin. Setiap peserta adalah pemenang bila mampu menunjukkan semangat belajar dan keikhlasan dalam berkompetisi,โ€ ujarnya.

Pelaksanaan lomba yang diikuti oleh ratusan peserta ini mendapat sambutan hangat dari para guru dan pembina pesantren. Mereka menilai kegiatan ini mampu memperkuat ukhuwah Islamiyah antar-lembaga pendidikan serta menjadi sarana penguatan karakter dan pemahaman nilai-nilai keislaman di kalangan santri.

Melalui ajang seperti ini, Kemenag Indragiri Hulu berharap dapat terus menumbuhkan semangat belajar, memperkuat literasi keagamaan, dan meneguhkan peran santri sebagai penjaga moral bangsa di tengah arus modernisasi.

(Reski)