0 menit baca 0 %

Semarak Perayaan IMLEK Masyarakat Khonghucu Selatpanjang

Ringkasan: Selat Panjang (Humas) - Perayaan IMLEK bagi masyarakat pemeluk Agama Khonghucu merupakan suatu rangkaian ibadah yang harus mereka laksanakan berdasarkan penghitungan kalender China yang mereka miliki secara turun temurun. Kota Selatpanjang yang terletak di Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau m...
Selat Panjang (Humas) - Perayaan IMLEK bagi masyarakat pemeluk Agama Khonghucu merupakan suatu rangkaian ibadah yang harus mereka laksanakan berdasarkan penghitungan kalender China yang mereka miliki secara turun temurun. Kota Selatpanjang yang terletak di Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau merupakan salah satu daerah penduduknya yang beragama Konghucu berdasarkan data dari MAKIN Selatpanjang berjumlah lebih kurang 1.600 orang dan peganut Khonghucu yang masih berKTP agama lain masih banyak, hal ini disampaikan oleh Ketua MAKIN Provinsi Riau, Djalius SH, disela acara karnaval pada Jum’at 15 Februari 2013 bertempat di depan Klenteng “Sejahtera Sakti” Kota Selatpanjang. Berkenaan dengan perayaan IMLEK tersebut, Djaliusmemaparkan bahwa perayaan tersebut sudah dimulai sejak Sabtu malam (9/2) yang lalu dengan melakukan ritual menghadap tuhan, menghadap leluhur dan menghadap para dewa dengan bersembahyang di Klenteng-klenteng yang ada di Kota Selatpanjang, rirual ini rutin kita laksanakan bagi masyarakat Tiong Ha (Khonghucu-red) yang ada di Selatpanjang setiap tahun, perayaan ini dilaksanakan selama 1 minggu yang diikuti oleh banyak sekali masyarakat Khonghucu dari berbagai daerah di Provinsi Riau dan dari Manca Negara, papar Djalius. "Selama satu minggu perayaan IMLEK tersebut, masyarakat Khonghucu Selatpanjang sangat bergembira dan bersuka cita menyambut perayaan yang sangat meriah dan pada hari Jum’at (15/2) merupakan perayaan puncak dari prosesi IMLEK untuk tahun 2013, pada hari ini akan diadakan pawai keliling Kota Selatpanjang mulai dari jam 06.00 WIB s/d jam 20.00 WIB, perayaan ini merupakan perayaan rutin yang dilakukan masyarakat Khonghucu Selatpanjang sejak puluhan tahun yang lalu oleh nenek moyang kita, perayaan macam ini hanya ada di Selatpanjang dan dihadiri oleh saudara-saudara kita baik dari Pekanbaru, Batam, Malaysia, Singapore dan Australia, bagi mereka yang berasal dari Selatpanjang walaupun sudah merantau kemana-mana di pelosok dunia namun pada perayaan IMLEK ini mereka akan pulang kampung untuk mengikutinya," tutur Djalius yang didampingi Akian ketua pemuda Khonghucu Selatpanjang. Menelusuri makna pawai keliling yang diikuti oleh Barongsai yang disusul oleh tandu yang mengusung “Dewa perang” serta pasukan-pasukan perang lainnya yang mengelilingi Kota Selatpanjang bermakna mengusir roh-roh jahat serta setang yang selalu mengancam kedamaian kota yang mengakibatkan perselisihan dan pertumpahan darah, sewaktu berkeliling rombongan akan menyinggahi Klenteng sebanyak 29 buah hingga berakhir kembali di Klenteng tempat star pertama “Klenteng Sejahtera Sakti”, pada hari ini anjing dan kucing tidak ada yang berani keluar di sepanjang Kota Selatpanjang karena takut terhadap dewa perang yang diusung oleh para prajurit. Pada pawai hari ini rombongan juga diikuti oleh pasukan dengan pakaian perang para dewa yang anggota tubuhnya di tusuk dengan besi tanpa mengeluarkan darah sebelumnya sudah di mantera oleh para suhu-suhu yang mendampingi mereka, hari ini adalah hari terakhir pawai, namun pada tanggal 15 kalender China tepatnya 2 hari setelah hari ini akan diadakan kegiatan penutupan, pada hari tersebut merupakan bulan purnama yang diperingati semenjak zaman Dinasti Tang di RRC dinamakan juga hari valentin China, hari itu juga disebut hari bulan 15 atau Cap Go Meh, pada hari itu juga dilaksanakan sembahyang tebu yang sangat bermakna bagi orang (suku) Hokian yang artinya biar tidak musnah, karena pada zaman dahulu mereka diburu dan dibunuh oleh suku Chin sehingga mereka lari ke kebun tebu dan mereka selamat, makanya ada sembahyang tebu, Pungkas jalius. Kemeriahan Perayaan Imlek di Selat Panjang merupakan salah satu bentuk pengakuan Khonghucu bahwa saat ini penganut Khonghucu sudah dapat diterima di Indonesia. (AZ)