Riau (Inmas)
- Gubernur Riau H. Syamsuar bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama
Provinsi Riau Dr. H. Mahyudin, MA didampingi Kepala Bidang Pendidikan Agama dan
Keagamaan Islam Drs. H. Fairus, MA, Kepala Seksi Pondok Pesantren dan Ma'had
Aly Dr. H. M. Fakhri, MA dan Rudi Hartono mengikuti Sarasehan bersama Pimpinan
Pondok Pesantren di Prov. Riau, Rabu (21/10) bertempat di Kediaman Gubernur
Riau secara Live Zoom Meeting.
Salah satu Kegiatan dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional Tingkat Prov. Riau tersebut mengambil tema peningkatan Kompetensi Pesantren menuju terwujudnya Santriprenuer untuk Indonesia maju tersebut juga menghadirkan Narasumber Ketua FKPP Provinsi Riau Prof. Dr. KH. Akhmad Mujahidin, MA, CFO Al Ittihad Bandung Irfan Sadikin dengan Moderator Pimpinan Pondok Pesantren Jabal Nur Gus Robithoh Alamhadi Faisal, SHI, MH.
Secara
Nasional tema Peringatan Hari Santri ini adalah Santri Sehat Indonesia Kuat
juga dihadiri oleh Ketua Bank Indonesia Provinsi Riau Dacymus dan Pimpinan
Pondok Pesantren di Provinsi Riau.
Gubernur Riau
menyampaikan Pondok Pesantren ideal harus memiliki 7 fungsi diantaranya
penataan lingkungan Pesantren yang asri, standarisasi kualitas Ustadz/Kyai,
pembentukan Halaqah Ilmu santri, praktek Ibadah, pengabdian kepada masyarakat,
dan melakukan kerjasama dengan lembaga eksternal.
"fungsi
pesantren sebagai tempat pengkaderan pemikir agama yang mencetak sumber daya
manusia dan lembaga yang mempunyai kekuatan melakukan pemberdayaan pada
masyarakat".
Diperingatan
Hari santri Nasional Prov. Riau ini, gubernur tetal berpesan kepada seluruh
elemen Pesantren agar tetap mematuhi Protokol kesehatan dan terus melakukan
sosialisai di kalangan lembaga.
Sementara itu
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau mengatakan peran
Kementerian Agama dalam penguatan Kelembagaan Pondok Pesantren di Provinsi Riau
diantaranya memperkuat tradisional Pesantren sebagai pusat pengembangan
ilmu-ilmu ke Islaman, menguatkan mutu dan kapasitas lembaga Pondok Pesantren, dan
Menguatkan Lifeskill Pondok Pesantren sebagai bagian penguatan ekonomi
Pesantren.
Selain itu
Kementerian Agama juga memberikan layanan kepada Santri usia sekolah Pondok
Pesantren yang kurang mampu untuk mendapatkan layanan pendidikan melalui
Program Indonesia Pintar.
“kedepan
pondok pesantren di Riau menjadi barometer agar bisa maju, sehingga akan
melahirkan kader-kader ulama yang memiliki pengetahuan agama yang kuat,
sehingga akan menjadi generasi penerus dimasa mendatang”. (ana/anto)