Kemenag (Kuansing) Singingi Hilir, Kuantan Singingi — Suasana penuh kekhusyukan dan kehangatan terasa dalam kegiatan pembinaan dan bimbingan keagamaan yang kembali dilaksanakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, pada Selasa, 23 Desember 2025, pukul 14.00 WIB hingga selesai, bertempat di Desa Beringin Jaya.
Kegiatan tersebut dipandu langsung oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Singingi Hilir, Ustadzah Apris Siaminingsi, S.Pd.I, yang secara rutin hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan penguatan iman dan ketenangan batin, khususnya kepada ibu-ibu jamaah wirid mingguan.
Dalam pembinaannya, Ustadzah Apris menyampaikan materi keagamaan dengan pendekatan yang lembut, menyentuh hati, dan penuh empati. Ia mengajak para jamaah untuk memperkuat keimanan, meningkatkan kesabaran, serta menjadikan zikir dan doa sebagai sandaran hidup dalam menghadapi berbagai ujian rumah tangga dan kehidupan sehari-hari.
“Seberat apa pun beban hidup, jika disandarkan kepada Allah dengan hati yang ikhlas, maka akan terasa ringan. Ibu-ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya, maka kuatkan iman agar keluarga pun ikut kuat,” tutur Ustadzah Apris dalam tausiyahnya, yang disambut haru oleh para jamaah.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menghadirkan pendampingan spiritual yang berkelanjutan bagi kaum ibu di desa. Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan tanya jawab, doa bersama, dan zikir yang semakin menguatkan ikatan batin antarjamaah.
Para ibu-ibu wirid mingguan mengaku merasa tersentuh dan termotivasi dengan pembinaan yang diberikan. Kehadiran penyuluh agama dinilai tidak hanya membawa ilmu, tetapi juga menghadirkan ketenangan dan semangat baru dalam menjalani peran sebagai istri, ibu, dan anggota masyarakat.
Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Singingi Hilir berharap pembinaan keagamaan dapat terus berjalan secara istiqamah dan memberi dampak positif bagi kehidupan spiritual masyarakat. Diharapkan pula, ibu-ibu yang telah mendapatkan pembinaan mampu menjadi teladan dalam keluarga dan lingkungan sekitarnya, sehingga tercipta masyarakat yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia.(MB)