Kampar (Kemenag) – Apel Senin
(13/1/2025) kali ini berbeda dari biasanya. Bertindak sebagai penerima apel,
Kepala Kantor Kemenag Kampar sampaikan amanat sekaligus penyerahan penghargaan
Satya Lencana Karyasatya dan SK Honorer Tahun 2025.
Sebanyak 10 orang pegawai telah
mengabdi pada Kementerian Agama selama 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun. Penghargaan
ini merupakan sebentuk tanda kehormatan. Sekaligus sebagai tanda tentang
kesetiaan, kecakapan, kejujuran, dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas.
Dilanjutkan pula dengan
penyerahan SK Honorer Kemenag Kampar untuk tahun 2025. Fuadi juga berpesan
untuk terus tingkatkan keloyalan para honorer terhadap Kementerian Agama,
terlebih lagi dengan status baru yang akan segera disandang yakni PPPK
Kementerian Agama.
“Sebenarnya honorer atau
pramubakti di kantor kita ini sudah lulus hampir semuanya sebagai PPPK
Kementerian Agama. Namun berhubung SK PPPK nya belum keluar, maka dari itu kita
serahkan terlebih dahulu SK untuk honorer tahun 2025 nya,” jelas Fuadi.
Lalu berkenaan dengan pelaksanaan
tugas-tugas untuk tahun 2025, Fuadi Ahmad beserta Kasubbag TU dan seluruh Kasi
dan Penyelenggara akan laksanakan Rapat Kerja. Raker dilaksanakan guna membahas
prioritas-prioritas kerja untuk Kementerian Agama di Tahun 2025.
“Selain itu, juga kami sampaikan
kepada seluruh pegawai di lingkungan Kantor Kemenag Kampar untuk dapat segera
menyelesaikan E-Kinerja Triwulan 4 dan Tahunan (Final) pada tahun 2024 lalu.
Kabupaten Kampar masih berada di garis merah untuk penyelesaian E-Kinerja ini.
Mohon kerjasamanya,” pinta Fuadi.
Selanjutnya, Fuadi
juga tidak lupa mengingatkan kepada unit Keuangan Kantor Kemenag Kampar untuk
dapat menyelesaikan finalisasi laporan keuangan tahun 2024. “Mari kita
selesaikan seluruh tanggung jawab kita di 2024 dan songsong 2025 menjadi lebih
baik,”
Terakhir, Fuadi
menyampaikan bahwa berkenaan dengan program Kemenag Kampar untuk Kampar Negeri Santri dan Kampung Moderasi yang telah
dideklarasikan pada upacara HAB minggu lalu, harus diulir instrumen-instrumen
perwujudannya. Diantaranya seperti berkolaborasi dengan Pondok Pesantren untuk
program-program, MQK (Musabaqah Qiroatil Kutub) yang akan digelar dalam waktu
dekat, dan kegiatan-kegiatan moderasi beragama lainnya yang akan selalu dan
harus dibungkus dengan tagline Kampar Negeri Santri.
(Cicy/Fatmi/Agus)