0 menit baca 0 %

SETELAH SIMULASI, MTs PPM SYAMSUDDIN GLADI RESIK ANBK

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Bahwa dalam rangka menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) Tahun 2021, maka pada hari Senin 13 September 2021, MTs Pondok Pesantren Modern (PPM) Syamsuddin, Desa Buluh Rampai Kecamatan Seberida melaksanakan gladi resik ANBK, dimana sebelumnya telah dilakukan sim...

Indragiri Hulu, (Inmas). Bahwa dalam rangka menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) Tahun 2021, maka pada hari Senin 13 September 2021, MTs Pondok Pesantren Modern (PPM) Syamsuddin, Desa Buluh Rampai Kecamatan Seberida melaksanakan gladi resik ANBK, dimana sebelumnya telah dilakukan simulasi daripada ANBK tersebut.
Tujuan dilakukan simulasi dan gladi bersih ialah untuk melihat kesiapan sekolah dan juga untuk mengetahui apakah server pusat dapat mengakomodir pelaksanaan ANBK secara optimal. Dengan melakukan simulasi dan gladi bersih juga dapat melihat bagaimana kesiapan perserta didik dan juga proktor, teknisi serta semua yang terlibat dalam pelaksanaan ANBK di sekolah masing-masing, ujar Kasi Penmad Kankemenag Kab. Inhu, Hendriadi, S.Ag., M.Pd.I.
Asesmen Nasional merupakan pengganti dari ujian nasional, namun hasil yang akan di peroleh dalam pelaksanaannya bukanlah sebagai penentu kelulusan atau kenaikan kelas bagi siswa dan juga bukan sebagai pengukur kemampuan setiap siswa yang akan di tampilkan dalam bentuk nilai melainkan akan menjadi pemetaan bagi tiap-tiap sekolah yang akan melakukan asesmen.
Asesmen Nasional adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) mengukur literasi membaca dan numerasi sebagai hasil belajar kognitif, dan yang mengikuti asesmen adalah murid.
Survey Karakter mengukur sikap, kebiasaan, nilai nilai (values) sebagai hasil belajar non kognitif dan yang mengikuti survey murid dan guru.
Survey Lingkungan Belajar mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran dan yang mengikuti survey kepala satuan pendidikan.
Peserta ANBK adalah siswa – siswi pendidikan dasar dan menengah yang di pilih secara acak dan dikuti oleh jumlah maksimal 30 orang siswa tingkat SD/MI Kelas V, 45 orang siswa tingkat SMP/MTs Kelas VIII, dan 45 orang siswa tingkat SMA/SMK/MA Kelas XI dan dipilih secara acak (random) di setiap satuan pendidikan.
Semoga kelak pelaksanaan ANBK di MTs PPM Syamsuddin terlaksana dengan sukses, ujar Sobir Farid Suryani, S.Sos.I selaku kepala madrasah.(tulang)