Meranti(Kemenag)- Meski hujan mengguyur bumi Kepulauan Meranti pada Jumat siang, 4 Juli 2025, semangat untuk menebar kasih tak surut sedikit pun di MAN 2 Kepulauan Meranti. Bertempat di Aula Madrasah, kegiatan "Lebaran Yatim dan Difabel 2025" yang digagas sebagai tindak lanjut dari surat edaran Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti Nomor: B-584/Kk.04.12/BA.03.2/06/2025, berlangsung dengan penuh kehangatan dan kepedulian.
Tepat pukul 13.30 WIB, suasana aula madrasah berubah menjadi ruang yang menyentuh hati. Bukan hanya karena lantunan doa dan sambutan hangat yang menggema, tetapi juga karena hadirnya 12 anak yatim dari lingkungan sekitar madrasah yang hari itu mendapat perhatian dan cinta dari keluarga besar MAN 2.
Meskipun edaran menetapkan kuota 10 bingkisan untuk masing-masing madrasah negeri, MAN 2 Kepulauan Meranti justru melampaui ekspektasi. Dengan hati tulus dan semangat berbagi, pihak madrasah memberikan 12 bingkisan berisi paket sembako dan perlengkapan sekolah. Bingkisan tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat baru bagi para siswa yang menerimanya, sekaligus membantu meringankan beban keluarga mereka.
Dalam sambutannya, Kepala Madrasah, Syar’an Susilo, menyampaikan harapan tulus kepada para penerima bantuan. “Harapan kami, semoga bantuan yang sedikit dari kami ini bisa bermanfaat, baik untuk siswa, maupun bagi keluarga mereka. Semoga ini menjadi awal dari perhatian dan dukungan yang terus berlanjut,” tuturnya penuh haru.
Kegiatan ini juga tak lepas dari kontribusi para dermawan yang berasal dari kalangan guru, staf, serta masyarakat sekitar yang turut ambil bagian. Dana dan barang bantuan yang terkumpul merupakan bukti nyata bahwa kebaikan akan selalu menemukan jalannya saat banyak hati bersatu untuk tujuan mulia.
M. Rasid, selaku koordinator kegiatan, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi. “Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur. Semoga Allah membalasnya dengan balasan yang lebih baik dan keberkahan yang melimpah,” ujarnya tulus.
Salah satu momen paling mengharukan datang dari ungkapan sederhana seorang siswi penerima bantuan, Syaina Risma. Usai menerima bingkisan, ia mengungkapkan rasa syukurnya dengan mata berbinar, “Alhamdulillah... semoga ini bisa memberikan kegembiraan untuk emak dan adik di rumah,” ucapnya pelan namun sarat makna.
Kegiatan ini bukan sekadar seremonial tahunan. Ia adalah simbol bahwa madrasah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga wadah membentuk karakter, kepedulian sosial, dan semangat kemanusiaan. MAN 2 Kepulauan Meranti telah menunjukkan bahwa pendidikan yang menyentuh hati adalah pendidikan yang memanusiakan.
Ditengah rintik hujan yang turun perlahan sore itu, para peserta pulang dengan hati hangat. Ada senyum, ada syukur, dan ada harapan yang tumbuh. Bahwa secercah kebaikan, sekecil apa pun, dapat menjadi cahaya bagi yang membutuhkan.
Begitulah cara MAN 2 Kepulauan Meranti mengukir makna lebaran, bukan hanya dengan pakaian baru atau hidangan istimewa, tapi dengan cinta yang dibagikan kepada mereka yang selama ini mungkin terlupakan. (HMS-DR)