Meranti(Kemenag) — Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kepulauan Meranti menggelar sholat ghaib sebagai bentuk doa dan solidaritas bagi para korban runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Kegiatan ini berlangsung khidmat di lapangan utama madrasah dan diikuti oleh seluruh guru, staf, serta peserta didik. Jum'at(10/10).
Sholat ghaib dipimpin oleh Ustadz Syamsul Hidayat, yang dalam khutbah singkatnya menyampaikan pentingnya meneladani keteguhan iman para syuhada serta mempererat ukhuwah Islamiyah di antara sesama umat. Ia juga mengingatkan agar seluruh siswa senantiasa meningkatkan keimanan dan kepedulian terhadap sesama, terutama saat terjadi musibah yang menimpa saudara seiman di tempat lain.
Kepala MTsN 1 Kepulauan Meranti, Desisraheti, dalam sambutannya turut menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah tersebut.
“Kami keluarga besar MTsN 1 Kepulauan Meranti turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny. Semoga seluruh korban diterima amal ibadahnya di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ujar Desisraheti dengan penuh haru.
Desisraheti menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian madrasah terhadap musibah yang menimpa sesama umat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai empati, ukhuwah, dan kepedulian kepada seluruh warga madrasah agar senantiasa saling menguatkan dalam menghadapi setiap ujian,” tambahnya.
Suasana haru dan khidmat menyelimuti jalannya sholat ghaib tersebut. Seluruh peserta tampak khusyuk memanjatkan doa untuk para korban serta keluarga yang ditinggalkan, sebagai bentuk kepedulian dan persaudaraan sesama umat Muslim di seluruh Indonesia. (kun)