0 menit baca 0 %

Siap 100%, PTM MAN 2 Pekanbaru Tunggu Rekomendasi Satgas Covid-19

Ringkasan: Riau (Inmas)- Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pekanbaru siap melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). Hal tersebut terbukti dengan dilengkapinya seluruh persyaratan sarana dan prasana protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Secara sarana dan prasana prokes pencegahan Covid-19, alhamdulill...

Riau (Inmas)- Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pekanbaru siap melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). Hal tersebut terbukti dengan dilengkapinya seluruh persyaratan sarana dan prasana protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

“Secara sarana dan prasana prokes pencegahan Covid-19, alhamdulillah 100 % kita sudah siap semua, bahkan beberapa kali kita sudah melakukan simulasi PTM. Jadi saat ini kita tinggal menunggu rekomendasi dari Tim Satgas Covid-19,” jelas Kepala MAN 2 Pekanbaru, Norerlinda M Pd saat ditemui di ruang kerjanya.

Norerlinda menyebutkan, menjelang palaksanaan PTM pihak madrasah telah mempersiapkan sarana prasarana prokes pencegahan Covid- 19 seperti masker, pengecek suhu tubuh, tempat pencuci tangan, hand sanitizer, hand dryer, dan dengan jumlah siswa PTM dilakukan secara bertahap.

“Rencananya Senin 22 Februari 2021 kita akan mengirim kembali surat resmi ke Tim Satgas Covid, Dinas Kesehatan, Kemenag Pekanbaru, Camat dan Lurah setempat untuk melakukan tinjauan ulang sekaligus simulasi untuk memastikan kesiapan MAN 2 Pekanbaru untuk PTM. Jika semua sudah oke, kita akan memulai PTM pada Rabu 24 Februari 2021 dengan peserta PTM siswa kelas 12 yang telah menyerahkan surat izin belajar tatap muka,” jelasnya.

Mahyudin: PTM Dilakukan Bertahap

Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA saat melakukan sosialisasi pemebajaran dimasa pandemi Covid-19 menyebutkan, pembelajaran tatap muka harus dilakukan bertahap. Artinya tidak bisa langsung dilaksanakan 100 persen luring, baik dari ukuran jumlah tatap muka maupun waktu dalam setiap tatap muka pembelajaran. Ia menilai langkah ini penting supaya sehat, aman, dan proses pembelajaran memenuhi standar yang ditetapkan.

“Pembelajaran online atau daring memang unggul dalam fleksibilitas waktu dan tempat, bisa dari mana saja dan dapat kapan saja. Tapi juga punya kelemahan, misalnya jaringan, perangkat, paket data yang cukup besar dan lainnya. Sehingga pembelajaran luring dinilai lebih efektif, namun diemikian PTM di masa Covid-19 harus benar- benar memperhatikan prokes dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” jelasnya.

Mahyudin mengatakan, PTM bersyarat dan bertahap. Artinya, untuk bisa melaksanakan pembelajaran luring diperlukan berbagai persyaratan, misalnya mendapatkan izin dari satgas covid dengan prokes, termasuk wilayah demografi (zona) aman dan menerapkan Instruksi Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2021 tentang Peningkatan Disiplin Penerapan Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid 19 pada Kementerian Agama.

“Satuan kerja masing- masing hendaknya disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dengan menerapkan 5M, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, membatasi mobilitas dan interaksi, dan menjauhi kerumunan pada setiap aktivitas di kantor, dan diluar kantor, termasuk di rumah maupun tempat ibadah. Khususnya madrasah, yang PTM harus benar- benar memperhatikan protokol kesehatan, jangan sampai menimbulkan klaster baru,” ucapnya. (mus/eka/faj/ana)