Pekanbaru (Kemenag) - Bertempat di Pondok Pesantren Al-Kautsar
Pekanbaru, Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAPKIS)
Kanwil Kemenag Riau bekerjasama dengan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP)
Riau melaksanakan kegiatan Silaturrahmi dan Rapat Koordinasi Pimpinan Pondok
Pesantren se-provinsi Riau, Kamis (29/5/24).
Mengusung Tema “Pesantren sehat, aman, ramah anak dan kompetitif menuju
Indonesia Emas”, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyikapi isu sentral
yang terjadi di Peseantren di Provinsi Riau
“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyikapi isu – isu sentral
kepesantrenan yang cukup signifikan terjadi di Provinsi Riau. Isu tersebut
berkaitan dengan dengan kesehatan, keamanan maupun kompetensi santri dan ustadz
yang berada di pesantren”. Tutur H. M. Fakhri.
Sementara itu dalam Kabid PAPKIS Dahlan mengingatkan agar pimpinan
pesantren menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pendidikan
ramah anak. Tidak dibenarkan Bullying terjadi di Pesantren.
“Saya ingatkan pimpinan Pondok Pesantren unutk melakukan penerapan pola
hidup bersih dan sehat (PHBS) serta pendidikan ramah anak. Jangan lagi
kasus-kasus kekerasan dan bullying terjadi di pesantren seperti kasus Bullying.
Jika dalam proses pendidikan di pesantren melibatkan santri senior, maka awasi
dalam pelaksanaannya. Jangan sampai diberikan kewenangan santri senior
memberikan sanksi dan hukuman kepada santri yunior. Begitu juga jangan berikan
kewenangan memberikan sanksi kepada security yang tidak mengerti tentang
pendidikan ramah anak. Sebab, dua hal tersebutlah yang melatarbelakangi tindak
kekerasan yang terjadi. Contohnya yang terjadi di Siak dan Rokan Hulu beberapa
bulan yang lalu. Gunakan teknologi CCTV untuk mengawasi kegiatan santri, dan
optimalkan fungsi serta tugas musyrif  (pengasuh asrama)”.
Dahlan juga berharap Pondok Pesantren untuk bekerjasama dengan Dinas
Kesehatan dalam mewujudkan Pesantren Sehat.
“Untuk mewujudkan pesantren sehat, saya sarankan pihak Pondok pesantren
untuk senantiasalah bekerjasama dengan Dinas kesehatan setempat. Antisipasi
dini kesehatan santri sangat diutamakan agar tidak terjadi Kejadian Luar Biasa di
pesantren, apalagi berujung kematian”.
Kegiatan ini dihadiri lebih dari 400 kyai dan ustadz dari pondok
pesantren se-Riau dengan menghadirkan empat orang narasumber utama, Kakanwil
Kemenag Riau diwakili Plt Kabid PAPKIS Dahlan Jamil, Kapolda Riau diwakili Direktur
Reskrim Umum, Dr. H. Mawardi Muhammad Saleh, Lc, MA dari unsur akademisi, dan
Ketua FKPP Provinsi Riau.