Kampar Kemenag )--Bulan Syawal, setelah sebulan penuh berpuasa, menjadi waktu yang penuh berkah bagi umat Islam untuk mempererat hubungan sosial dan spiritual. Di tengah semarak Idul Fitri, santri Pondok Pesantren (PP) Ibnu Jarir Bangkinang Kota memanfaatkan momen spesial ini untuk menjalin silaturahmi dengan para guru dan ustadz mereka. Senin, 7/2/2025.
Kegiatan ini tak hanya sebagai bentuk penghormatan kepada para pengajar, tetapi juga untuk memperkuat hubungan batin yang telah terbina selama ini.
Silaturahmi merupakan salah satu nilai yang sangat ditekankan dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaknya ia menyambung silaturrahminya,” (HR. Bukhari). Pesan ini menjadi pedoman bagi santri Ibnu Jarir untuk menjaga tali persaudaraan dengan guru-guru mereka, sebagai bentuk rasa syukur dan penghargaan atas ilmu yang telah diberikan.
Pada kesempatan ini, para santri tidak hanya sekadar mengunjungi para ustadz, tetapi juga berbagi cerita, mengenang momen-momen pembelajaran yang telah dijalani, serta mengikhlaskan segala kesalahan yang mungkin pernah terjadi selama proses pendidikan. Selain itu, para santri juga memanfaatkan waktu ini untuk bertanya lebih lanjut tentang berbagai aspek kehidupan, memperdalam pemahaman agama, dan mendapatkan nasihat berharga dari guru-guru mereka.
Momen Idul Fitri di bulan Syawal memang selalu dinanti-nanti sebagai waktu yang tepat untuk menjalin kembali hubungan yang telah lama terjalin, termasuk hubungan dengan para guru. “Bulan Syawal adalah waktu yang tepat untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi. Mengunjungi guru adalah salah satu cara kami untuk mengungkapkan rasa terima kasih atas ilmu yang telah diberikan,” ujar salah seorang santri PP Ibnu Jarir, Ahmad. Ia juga menambahkan bahwa selain berdoa bersama, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk berdiskusi lebih dalam mengenai kehidupan dan agama.
Bagi para guru, kunjungan ini memberikan kebahagiaan tersendiri. "Melihat para santri yang datang mengunjungi kami di bulan Syawal, menunjukkan bahwa hubungan ini bukan sekadar hubungan murid dan guru, tetapi juga hubungan hati yang penuh kasih sayang dan saling menghormati," ungkap Miftahul Ilmi pengajar di Pondok Pesantren Ibnu Jarir. ( Fatmi/Hms PP Ibnu Jarir )