Silaturrahmi Harus Selalu Terjaga dan Terpelihara
Ringkasan:
Indragiri Hilir (Humas)- Halal Bi Halal merupakan sebuah usaha untuk menjalin dan memperkokoh silaturrahim, karena disadari bahwa silaturrahim harus selalu terjaga dan terpelihara. Sebagai manusia yang memiliki banyak sisi lemah, tidak dapat di nafikan bahwa hubungan silaturrahim antara sesama terka...
Indragiri Hilir (Humas)- Halal Bi Halal merupakan sebuah usaha untuk menjalin dan memperkokoh silaturrahim, karena disadari bahwa silaturrahim harus selalu terjaga dan terpelihara. Sebagai manusia yang memiliki banyak sisi lemah, tidak dapat di nafikan bahwa hubungan silaturrahim antara sesama terkadang erat dan terkadang renggang. Hal ini disebabkan berbagai aktifitas dan kesibukan dari masing- masing. Namun di bulan yang fitri, masyarakat diajak untuk merapatkan barisan dala bingkai ukhuwah Islamiyah, dengan saling berjabat tangan dan saling memaafkan.
Oleh karena itu, kata Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H Indra Muklis Adnan dalam sambutannya yang disampaikan oleh Sekda Indragiri Hilir (Inhil), Alimuddin SH MM, pada acara Halal Bihalal Keluarga Besar Kemenag dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Inhil bersama Kepala Kantor Wilayah Kemenag Prov Riau Tahun 1432 H/ 2011 M di Aula Engku Kelana Kantor Bupati Inhil, Tembilahan pekan lalu.
"melalui acara Halal Bihalal dan silaturrahim pada hari ini, kiranya dapat menjadi mementum yang tepat bagi kita semua untuk saling meminta dan memberikan maaf, karena tak ada satupun dari kita yang luput dari kesalahan dan kesilafan. Dengan demikian kita kembali pada satu titik dimana silaturrahim yang terjadil angat erat. Karena kekuatan silaturrahim, maka sebagai keluarga besar menjadi seakin siap untuk kembali bekerja, berjuang sesuai dengan tugas dan fungsi yang diamanahkan pada masing- masing individu," ungkapnya.
Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dikenal dengan kebhinikeaan penduduknya, terdiri dari benyak suku dan etnis, mulai dari melayu, banjar, bugis, jawa, minang, batak, madura, tionghoa, dan lain sebagainya. Secara teoritis dikatakan penduduk yang heterogen sehingga rawan akan perpecahan ataupun pertentangan, namun Alhadulillah sejak zaman dahulu sampai saat ini dan insya allah sampai kapanpun masyarakat Inhil yang terdiri berbagai suku dan budaya tetap hidup berdampingan secara damai dan harmonis.
Perbedaan pendapat dalam satu keluargapun bisa terjadi apabila dalam kehidupan bermasyarakat, namun hal tersebut merupakan kondisi yang wajar dalam kehidupan demokrasi saat ini. Namun perbedaan tersebut tentunya tidak akan menjerumuskan kepada jurang perselisihan, tetapi lebih jauh menjadi sebuah kekuatan yang dapat menggiring kearah musyawarah dan mufakat dengan modal kekeluargaan dan persaudaraan yang kemudian diarahkan pada lahirnya persatuan yang kokoh.
"Karena pada dasarknya kita semua adalah bersaudara yang harus seiring, sejalan dan bahu- membahu dalam melaksanakan pembangunan," tegasnya.
Untuk itu, mari berikan apresiasi positif pada setiap kegiatan yang mempererat persaudaraan dan ukhuwah Islamiyah, yang pada akhirnya akan mempererat silaturrahim dan hungan antar sesama warga mapun dengan warga daerah lainnya. Dengan demikian rasa kekeluargaan dan persaudaraan serta rasa persatuan dan kesatuan akan terwujud dengan baik.
"Karena itu, marilah dari lubuk hati yang paling dalam kita buka pintu maaf dan memafkan. Mari jaga suasana kondusif penuh kedamaian dan ketentraman, tingkatkan semangat dan disiplin kerja demi hari esok yang lebih baik, dan selalu waspada terhadap berbagai upaya pihak- pihak yang tidak bertanggungjawab yang ingin memecah belah rasa kebersamaan dan persaudaraan yang telah terbina dengan baik selama ini," pungkasnya. (msd)