0 menit baca 0 %

Sinergi HAB ke-80 dan Gerakan Ekoteologi, Kemenag Pekanbaru Tanam Pohon Bersama Santri

Ringkasan: Pekanbaru (Kemenag). Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru menggelar kegiatan penanaman pohon dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Kemenag dalam mewujudkan Gerakan Ekoteologi sebagaimana tertuang dalam Asta Prota...

Pekanbaru (Kemenag). Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru menggelar kegiatan penanaman pohon dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Kemenag dalam mewujudkan Gerakan Ekoteologi sebagaimana tertuang dalam Asta Protas Kementerian Agama.

Kegiatan penanaman pohon tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Baitul Qurโ€™an Riau pada Jumat (19/12/2025). Penanaman pohon ini menjadi simbol kepedulian Kemenag terhadap pelestarian lingkungan hidup sekaligus upaya menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya para santri.

Pelaksanaan kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Santri Solidarity Game, yang tahun ini digelar untuk kedua kalinya. Kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat ukhuwah, kebersamaan, serta menumbuhkan semangat sportivitas dan kepedulian sosial di kalangan santri.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ka.Subbag Tata Usaha Kemenag Kota Pekanbaru H. Suhardi HS, Kasi Pendidikan Madrasah H. Rialis, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren H. Zulfa, beserta jajaran Kemenag Kota Pekanbaru, pengasuh pondok pesantren, dan para santri.

Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa Gerakan Ekoteologi merupakan bagian dari ikhtiar Kementerian Agama dalam mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui kegiatan penanaman pohon ini, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai amanah Tuhan.

Kemenag Kota Pekanbaru berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi rangkaian seremonial HAB ke-80, namun juga menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh satuan kerja, lembaga pendidikan keagamaan, serta masyarakat dalam menjaga dan merawat lingkungan hidup.