0 menit baca 0 %

Sinergi Keluarga dan Pondok, Kunci Sukses Pendidikan Santri di Ma had Al Utsaimin

Ringkasan: Bangkinang Kota ( Kemenag )---Pondok Ma had Syekh Muhammad Bin Shalih Al Utsaimin Bangkinang menggelar pertemuan bersama orang tua/wali santri baru kelas 7 dan kelas 10 di Masjid Jami Al Utsaimin, Kamis (24/7/2025). Kegiatan ini menjadi momen penting dalam menjalin komunikasi awal antara pesantren d...

Bangkinang Kota ( Kemenag )---Pondok Ma had Syekh Muhammad Bin Shalih Al Utsaimin Bangkinang menggelar pertemuan bersama orang tua/wali santri baru kelas 7 dan kelas 10 di Masjid Jami Al Utsaimin, Kamis (24/7/2025). Kegiatan ini menjadi momen penting dalam menjalin komunikasi awal antara pesantren dan keluarga, sekaligus menguatkan sinergi dalam mendidik generasi Islam yang berkarakter.

Pimpinan Pondok, Dr. Isnen Ashar, Lc., MH., dalam sambutannya menyampaikan rasa bahagia dan terima kasih atas kehadiran para wali santri. Beliau menekankan pentingnya keterlibatan aktif orang tua dalam proses pendidikan anak-anak, baik di dalam maupun di luar pondok.

  Sebenarnya tugas mendidik anak adalah tanggung jawab utama orang tua. Namun, ketika bapak/ibu menitipkan anak ke pondok, itu adalah bentuk kepercayaan yang sangat besar. Maka kami mohon agar kerja sama terus dijalin. Jangan sampai pondok seperti laundry; anak dibersihkan di sini, tapi sampai rumah dikotori kembali, pesan Isnen, mengajak orang tua untuk tetap melanjutkan nilai-nilai pendidikan yang telah dibangun selama di pondok.

Tahun ini, Ma had Al Utsaimin menerima santri baru terbanyak sejak berdiri 10 tahun lalu. Santri tingkat SMP yang diterima sebanyak 134 orang, dan tingkat SMA sebanyak 45 orang, termasuk siswa pindahan dari berbagai daerah seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Aceh, dan wilayah lain.

Sementara itu, Ketua Yayasan Ma had Al Utsaimin Bangkinang, Dr. Dasman Yahya Ma ali, Lc., MA., menegaskan bahwa eksistensi pondok tak akan berarti tanpa kehadiran dan dukungan wali santri.

10 tahun pondok ini berjalan, Alhamdulillah perkembangannya sangat pesat. Kepercayaan masyarakat semakin tinggi. Kami sadar, pondok ini bukan milik kami semata, tapi milik umat. Maka mari bersama-sama menjaga amanah ini, ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dunia pendidikan tidak lepas dari berbagai karakter guru. Akan ada guru yang menyenangkan dan yang tidak menyenangkan, itu bagian dari proses. Namun setiap langkah anak menuju kelas, menuju ilmu, akan dihitung sebagai amal sholeh oleh Allah. Semoga semua anak-anak kita kelak menjadi ahli surga, ujarnya penuh harap.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata implementasi sinergi antara lembaga pendidikan pesantren dan keluarga, sebagaimana amanah Kementerian Agama dalam membangun pendidikan berbasis karakter, kolaboratif, dan berkesinambungan. ( Fatmi/Cicy/Zaipul )