0 menit baca 0 %

Sinergi Kemenag dan BAZNAS Kuansing Wujudkan Pesantren Berdaya dan Berdampak

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Pesantren kini tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi motor penggerak kolaborasi sosial dan ekonomi umat. Hal itu menjadi fokus dalam kegiatan Pembinaan Pondok Pesantren, Sosialisasi Pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), dan Program Santr...

Kuansing (Kemenag) Pesantren kini tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi motor penggerak kolaborasi sosial dan ekonomi umat. Hal itu menjadi fokus dalam kegiatan Pembinaan Pondok Pesantren, Sosialisasi Pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), dan Program Santripreneur, yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kuantan Singingi bekerja sama dengan BAZNAS Kuansing, Senin (10/11/2025) di Aula Kantor Kemenag Kuansing.

Kegiatan yang diikuti oleh pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Kuansing ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kuansing, Suhelmon, didampingi Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam, Burdianto, serta menghadirkan perwakilan BAZNAS Kuansing sebagai mitra sinergi.

Dalam arahannya, Suhelmon menyampaikan bahwa pesantren memiliki peran strategis tidak hanya dalam mencetak generasi berakhlak, tetapi juga sebagai penguat kolaborasi antar-lembaga keagamaan dan masyarakat. Melalui pembentukan UPZ Pesantren, diharapkan pesantren mampu memperluas manfaat zakat sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan sekitarnya. “Pembentukan UPZ bukan hanya tentang zakat, tetapi juga tentang memperkuat solidaritas sosial,” ujar Suhelmon.

Ia menambahkan, kolaborasi antara Kemenag dan BAZNAS ini juga membuka jalan bagi program Santripreneur, yang menjadi sarana bagi santri untuk belajar wirausaha dan mengembangkan potensi diri. Melalui pelatihan dan pendampingan, santri diharapkan menjadi agen perubahan yang membawa semangat kemandirian dan kesejahteraan ke tengah masyarakat.

Sementara itu, perwakilan BAZNAS Kuansing dalam paparannya menekankan pentingnya kemitraan antara pesantren dan lembaga zakat untuk menciptakan sistem pengelolaan zakat yang transparan dan bermanfaat. UPZ Pesantren, katanya, akan menjadi sarana efektif menyalurkan zakat, infak, dan sedekah secara tepat sasaran.

Burdianto, Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam, menambahkan bahwa kegiatan pembinaan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat silaturahmi antar-pesantren di Kuansing. “Kemandirian pesantren tidak hanya ditentukan oleh dana, tapi juga oleh jaringan kolaborasi yang solid. Kegiatan ini adalah bukti nyata semangat kebersamaan untuk kemajuan umat,” ungkapnya.