0 menit baca 0 %

Sinergi Pemerintah dan LPTQ Riau, Targetkan Masyarakat Cerdas dan Qur ani

Ringkasan: Riau (Kemenag) -- Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur an (LPTQ) Provinsi Riau berupaya terus memperkuat perannya dalam meningkatkan kualitas pembinaan Al-Qur an di tengah masyarakat. Salah satu fokus utama LPTQ saat ini adalah pembebasan buta aksara Al-Qur an yang masih banyak dijumpai di berbagai la...

Riau (Kemenag) -- Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur an (LPTQ) Provinsi Riau berupaya terus memperkuat perannya dalam meningkatkan kualitas pembinaan Al-Qur an di tengah masyarakat. Salah satu fokus utama LPTQ saat ini adalah pembebasan buta aksara Al-Qur an yang masih banyak dijumpai di berbagai lapisan masyarakat.

Ketua Umum LPTQ Provinsi Riau, Zulkifli Syukur, menegaskan bahwa kehadiran LPTQ bukan hanya sebatas penyelenggara lomba Musabaqah Tilawatil Qur an (MTQ), tetapi juga motor penggerak dalam mencetak generasi Qur ani.

Peran kita adalah mengonsolidasikan gerakan pembebasan buta aksara Al-Qur an. LPTQ perlu menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah, madrasah, hingga lembaga pendidikan agar program ini berjalan masif dan terstruktur, disampaikan Ketua Umum LPTQ Provinsi Riau Zulkifli Syukur usai bertemu Gubernur Riau, Selasa (16/9/25).

Zulkifli juga menyampaikan komitmen LPTQ untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, guna memastikan program pembebasan buta aksara Al-Qur an dapat menjangkau seluruh kabupaten/kota di Provinsi Riau.

Ia juga mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, tokoh agama, maupun masyarakat, untuk bersinergi dalam gerakan ini. Menurutnya, upaya mencerdaskan masyarakat dalam membaca dan memahami Al-Qur an akan berdampak besar terhadap pembentukan karakter bangsa yang religius dan berakhlak mulia.

Melalui program pembebasan buta aksara Al-Qur an ini, LPTQ Riau menargetkan terciptanya masyarakat yang semakin mencintai Al-Qur an, tidak hanya mampu membacanya dengan baik dan benar, tetapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari .

Langkah strategis LPTQ Riau ini diharapkan mampu menggerakkan kesadaran kolektif masyarakat untuk bersama-sama memerangi buta aksara Al-Qur an. Dengan demikian, visi menjadikan Riau sebagai provinsi yang berbudaya Qur ani dapat terwujud.