0 menit baca 0 %

Sinergi Penyuluh, Pemuda, dan Warga Bangkinang Kota Hidupkan Tradisi Kemerdekaan

Ringkasan: Bangkinang Kota ( Kemenag )---Suasana meriah mewarnai peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kelurahan Bangkinang Kota. Setelah lama vakum, tradisi lomba rakyat akhirnya kembali digelar berkat sinergi antara Fungsional Penyuluh Agama Islam, Ikhlas Tul Amal, S.Sy, Himpunan Pemuda Pasa...

Bangkinang Kota ( Kemenag )---Suasana meriah mewarnai peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kelurahan Bangkinang Kota. Setelah lama vakum, tradisi lomba rakyat akhirnya kembali digelar berkat sinergi antara Fungsional Penyuluh Agama Islam, Ikhlas Tul Amal, S.Sy, Himpunan Pemuda Pasar Bawah Bangkinang Kota (HIPPABA), serta masyarakat setempat.

Berbagai perlombaan khas 17 Agustus berhasil menghadirkan keceriaan, di antaranya panjat pinang, tarik tambang, pacu karung, makan kerupuk, hingga pancing botol. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mempererat kebersamaan dan menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Ketua RT setempat, Aap Apriadi, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kegiatan 17-an ini sudah lama vakum. Alhamdulillah, berkat inisiator Ustadz Ikhlas Tul Amal yang mampu merangkul pemuda, kegiatan positif ini kembali terlaksana. Kami sungguh berterima kasih kepada beliau, juga kepada masyarakat dan panitia yang bersama-sama menyukseskan acara ini. Semoga kegiatan baik seperti ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” ungkapnya.

Sementara itu, Ustadz Ikhlas Tul Amal selaku inisiator menegaskan bahwa kegiatan ini lahir dari semangat kebersamaan. “Alhamdulillah, kita bisa kembali menghidupkan tradisi 17-an di tengah masyarakat. Perlombaan ini bukan hanya soal hiburan, tetapi juga cara kita menanamkan nilai kebersamaan, sportivitas, dan cinta tanah air. Semoga semangat ini terus terjaga dan semakin kuat di tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.

Inisiatif yang lahir dari kolaborasi penyuluh agama, pemuda, dan warga ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara formal, tetapi juga melalui tradisi rakyat yang sarat dengan nilai kebersamaan, persaudaraan, dan gotong royong.

( Fatmi )