Tembilahan (Kemenag) - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) bersama UPT Puskesmas Teluk Pinang Kecamatan GAS terus memperkuat sinergi dalam upaya pembinaan calon pengantin (catin), Selasa (3/9/2024) di KUA Kecamatan Gas.
Empat pasang catin menghadiri kegiatan Bimbingan Perkawinan dan Pendidikan Pra Nikah Bagi Calon Pengantin yang digelar oleh KUA bekerjasama dengan UPT Puskesmas Teluk Pinang.
Kepala KUA Kecamatan GAS H. Abd. Basir mengatakan pentingnya kerja sama antara instansi kesehatan dan keagamaan dalam menangani isu-isu sosial dan kesehatan, seperti pernikahan dini dan Konseling Kesehatan serta pencegahan stunting.
"Kami sangat mendukung upaya bersama ini untuk duduk bersama dan mencari solusi terbaik bagi masyarakat, terutama dalam hal kesehatan anak dan keluarga," ujarnya. “Kehidupan pernikahan yang bahagia dan mempunyai keturunan yang sehat dan cerdas adalah dambaan setiap pasangan pengantin, karena itu penting untuk mempersiapkan diri sebelum pernikahan, yang salah satunya ialah kesehatan,”lanjutnya.
Abd Basir menambahkan, kerjasama akan terus berlanjut sesuai dengan jadwal yang telah disusun dari UPT Puskesmas Teluk Pinang dan menyesuaikan dengan jadwal penasehatan pernikahan di KUA Kecamatan GAS.Sementara itu UPT Puskesmas Teluk Pinang, dr. Vallen membahas data usia catin yang pernikahannya masih di bawah umur, serta mengidentifikasi potensi risiko kesehatan, termasuk pada kesehatan anak-anak.
Menurutnya, bimbingan tersebut bertujuan untuk koordinasi terkait penanganan masalah kesehatan dan Konseling Pra-Nikah serta cegah stunting bagi calon pengantin. Sejalan dengan Program dari Puskesmas “Kita Bisa Cegah Stunting” termasuk program Kesehatan Ibu Hamil dengan metode memberikan pembekalan pada calon pengantin mengenai permasalahan kesehatan reproduksi, gizi, psikologi dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan menyiapkan generasi berkualitas.
“Pentingnya edukasi dan pemantauan kesehatan bagi pasangan muda agar dapat mempersiapkan diri dengan baik sebelum memasuki kehidupan pernikahan, sehingga dapat menghindari risiko kesehatan yang mungkin terjadi. Kesehatan Reproduksi harus siap lahir batin. Kesehatan calon ibu harus diperhatikan agar terhindar dari stunting”, ujar dr. Vallen menjelaskan dihadapan empat catin yang hadir.
Sementara itu pemateri dari KUA Kec. GAS yang dipaparkan oleh Penyuluh Agama Islam Hairunnisa menjelaskan tentang bimbingan pra nikah, antaranya terkait undang-undang pernikahan, dinamika rumah tangga, manajemen konflik keluarga dan fondasi keluarga Sakinah. (penulis: ria, edit by: musdalifah)