0 menit baca 0 %

Siswa Kelas VII MTs Nurul Jadid Lakukan Wawancara Penulisan Berita

Ringkasan: Bengkalis (Kemenag) Mata pelajaran Bahasa Indonesia yang diampu oleh guru mata pelajaran Ratna Juwita menugaskan peserta didik kelas VII untuk menulis teks berita kegiatan yang ada di lingkungan Madrasah dengan tahapan wawancara. Senin, 17/02/2025. Wawancara dilakukan kepada narasumber seperti kepal...

Bengkalis (Kemenag) – Mata pelajaran Bahasa Indonesia yang diampu oleh guru mata pelajaran Ratna Juwita menugaskan peserta didik kelas VII untuk menulis teks berita kegiatan yang ada di lingkungan Madrasah dengan tahapan wawancara. Senin, 17/02/2025. Wawancara dilakukan kepada narasumber seperti kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum, wakil kepala bidang kesiswaan, dan beberapa guru di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Jadid Pedekik.

Setiap kelompok mengangkat tema berita yaitu kegiatan upacara bendera, ekstarkulikuler pramuka, ekstrakulikuler muhadarah, senam kebugaran jasmani, dan wirid yasin. Tugas yang diberikan dapat diselesaikan dalam kurun waktu dua sampai tiga hari.

Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, Ratna Juwita menyampaikan “Kegiatan menulis teks berita di lingkungan Madrasah dilakukan untuk melatih kemampuan siswa dalam mengumpulkan informasi, berkomunikasi, dan mendorong siswa untuk memahami dan menyampaikan informasi dengan cara menarik dan akurat,” ujar Ratna Juwita.

“Target dari kegiatan wawancara untuk penulisan berita ini dilakukan supaya peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan, atau pesan tertulis untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif. Juga sebagai penaglaman siswa menjadi seorang jurnalis,” tutupnya.

Mewakili peserta didik kelas VII, Rafa Al Khairi berharap pengalaman mewawancarai seakan-akan menjadi jurnalis untuk mealatih kami dalam berkomunikasi dan literasi dan lebih memahami tatacara penulisan berita hingga mampu menulis berita.

“Kegiatan wawancara salah satu tahapan dalam penulisan berita merupakan pengalaman baru bagi kami dan akan dipergunakan sampai kapan pun, disini latih untuk kerjasama dengan tim, kerjasama berfikir supaya terselesaikan tugasnya. Setelah kami melakukan wawancara selanjutnya kami ditugaskan untuk menulis berita sesuai tema kegiatan yang diberikan guru mata pelajaran bahasa Indonesia”, ungkap Rafa Al Khairi.

Selama tiga jam mata pelajaran Bahasa Indonesia peserta didik antusias bekerjasama tim kelompok untuk melakukan wawancara kepada narasumber hingga mendapat data untuk penulisan berita.