0 menit baca 0 %

Siswa MAN 2 Kampar Hidupkan Semangat 10 November Lewat Drama Musikal Literasi

Ringkasan: Kampar ( Kemenag )---Kreativitas siswa MAN 2 Kampar kembali mendapat sorotan positif. Kali ini datang dari kelas XI Ibnu Qayyim yang menampilkan karya literasi dalam bentuk drama musikal dengan tema Perjuangan Rakyat Surabaya melawan Tentara Sekutu .Kegiatan yang berlangsung di aula madrasah ini dib...

Kampar ( Kemenag )---Kreativitas siswa MAN 2 Kampar kembali mendapat sorotan positif. Kali ini datang dari kelas XI Ibnu Qayyim yang menampilkan karya literasi dalam bentuk drama musikal dengan tema “Perjuangan Rakyat Surabaya melawan Tentara Sekutu”.

Kegiatan yang berlangsung di aula madrasah ini dibimbing langsung oleh guru bahasa Indonesia,  Tyan Afruliyanto, S.Pd. Lewat penampilan yang memadukan seni peran, musik, dan narasi, siswa berhasil menghidupkan kembali semangat heroik rakyat Surabaya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada 10 November 1945.

Drama musikal ini tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi sejarah yang menginspirasi. Adegan-adegan perjuangan rakyat, semangat arek-arek Suroboyo, hingga lantunan lagu perjuangan membuat suasana pertunjukan penuh makna. Para penonton yang terdiri dari guru dan siswa larut dalam alur cerita yang disajikan dengan apik.

Tyan Afruliyanto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi di MAN 2 Kampar yang bertujuan melatih siswa mengekspresikan ide, mengasah kemampuan bahasa, sekaligus menanamkan nilai-nilai patriotisme.

“Literasi tidak hanya sebatas membaca dan menulis, tetapi juga mengolah karya menjadi bentuk kreatif. Lewat drama musikal ini, anak-anak belajar sejarah, seni, sekaligus menanamkan jiwa nasionalisme,” ujarnya.

Kepala MAN 2 Kampar, Hj. Leni Kusmiati, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap penampilan siswa. Menurutnya, karya semacam ini sejalan dengan visi madrasah dalam mencetak generasi berilmu, berkarakter, dan mencintai tanah air.

“Anak-anak kita sudah menunjukkan bahwa literasi bisa dikemas dengan cara kreatif. Ini bukti bahwa madrasah bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga tempat tumbuhnya seni, budaya, dan semangat kebangsaan,” ungkapnya.

Penampilan drama musikal literasi ini menjadi bukti nyata bahwa semangat perjuangan tidak lekang oleh waktu, dan dapat terus dihidupkan melalui karya generasi muda madrasah.

( Fatmi /Humas MAN 2 )