Meranti(Kemenag)- Sebanyak 30 siswa/i se-Kabupaten kepulauan Meranti yang sudah terpilih, memasuki masa karantina untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Kepulauan Meranti, Jum’at(2/8/2024) di Hotel Furama atau yang disebut dengan istilah “Desa Bahagia”.
Masa karantina ditandai dengan Tradisi Tantingan. Prosesi Tantingan ini merupakan simbol dimulainya Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Paskibraka Tingkat Kabupaten Kepulauan Meranti. Prosesi tersebut bukan hanya sekedar simbolisasi, namun memiliki arti yang mendalam. Secara tersirat, prosesi sakral ini dilakukan untuk melihat seberapa besar tekad calon Paskibraka dalam mengemban tugas yang tidak ringan ini.
Membuka kegiatan sekaligus penyematan tanda peserta di lakukan oleh Kaban Kesbangpol Kabupaten Kepulauan Meranti Wan Zulkifli dan Sekretaris Kesbangpol Sri Wahyuni.
Dalam sambutannya, Wan Zulkifli menyampaikan bahwa "Desa Bahagia" ini akan menjadi tempat tinggal selama mengikuti diklat Paskibraka Tingkat Kabupaten Kepulauan Meranti.
"Mental para Calon Paskibraka akan digembleng untuk hidup tertib sehingga menjadi pribadi yang mandiri dan sukses", jelas Wan Zulkifli.
Selanjutnya, untuk kegiatan pembukaan pelatihan Paskibraka pada sore harinya di buka oleh Asisten III Kepulauan Meranti Sudandri di Lapangan Kantor Bupati Kepulauan Meranti.
Pada kesempatan tersebut, MAN 2 Kepulauan Meranti kembali mengirimkan tiga siswanya atas nama M. Abid Taufikul Hakim, Setia Hazihil Putri dan Tien Tiara Fahrani. Ketiga siswa ini lolos sebagai Capaska Tingkat Kabupaten Kepulauan Meranti setelah melalui seleksi yang ketat.
Kepala MAN 2 Kepulauan Meranti Syar’an Susilo berpesan untuk menguatkan diri dan bersungguh sungguh dalam mengikut Diklat ini.
“Akan banyak ilmu yang di dapatkan, kalian beruntung bisa lolos dalam seleksi yang tidak ringan ini, semoga kalian semua selalu dalam lindungan-Nya, dan sukses dalam melaksanakan tugas mulia, mengibarkan bendera pada HUT-RI ke 79", pungkas Syar'an. (Humas-DR)