Kampar (Kemenag) – Aroma sedap menggoda selera memenuhi Aula Mini MAN 4 Kampar pada siang hari ini, Kamis (13/2/2025). Tidak seperti hari-hari biasa, seluruh tenaga pendidik dan kependidikan MAN 4 Kampar berkumpul untuk menikmati sajian spesial dalam acara Makan Siang Bersama. Yang membuat acara ini unik adalah seluruh hidangan yang tersaji merupakan hasil praktik siswa kelas XII dalam mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU), khususnya pada materi Tata Boga.
Dibimbing langsung oleh Rezki Erizal, S.Pd.I., para siswa menunjukkan keterampilan memasak yang telah mereka pelajari di kelas. Mulai dari pemilihan bahan, teknik memasak, hingga penyajian yang menarik, semuanya dilakukan dengan penuh kreativitas dan tanggung jawab. Acara ini bukan sekadar jamuan makan, tetapi juga ajang unjuk hasil pembelajaran serta wadah bagi siswa untuk merasakan pengalaman nyata dalam dunia kuliner dan kewirausahaan.
Kepala MAN 4 Kampar, Arjuniwati, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi usaha dan dedikasi para siswa dalam menghadirkan sajian terbaik mereka. "Saya sangat bangga dengan kreativitas dan kerja keras siswa dalam acara ini. Ini bukan sekadar memasak, tetapi juga melatih keterampilan berpikir inovatif, bekerja sama, serta menghadapi tantangan layaknya seorang profesional. Dengan kegiatan ini, kami ingin membangun karakter mandiri dan berdaya saing bagi para siswa MAN 4 Kampar," ujarnya.
Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya prakarya dan kewirausahaan sebagai mata pelajaran yang membekali siswa dengan keterampilan hidup nyata. Dengan memahami teknik memasak yang baik serta strategi penyajian yang menarik, para siswa memiliki peluang besar untuk mengembangkan keterampilan ini sebagai usaha di masa depan.
Salah satu inovasi dalam acara ini adalah sistem penilaian yang transparan dan objektif. Seluruh tenaga pendidik yang hadir tidak hanya menikmati hidangan, tetapi juga berperan sebagai juri. Mereka menilai hasil karya siswa berdasarkan tiga aspek utama: kreativitas, cita rasa, dan kebersihan.
Untuk memastikan penilaian yang adil, sistem dilakukan secara digital melalui QR code yang mengarahkan ke Google Form. Dengan cara ini, seluruh masukan dan penilaian terdokumentasi secara jelas dan terbuka, sehingga prosesnya lebih transparan, akurat, dan terpercaya.
Guru mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan, Rezki Erizal, S.Pd.I., mengungkapkan bahwa sistem ini memberi motivasi lebih bagi siswa untuk memberikan yang terbaik. "Dengan adanya penilaian yang objektif dan berbasis teknologi, siswa semakin semangat dalam menunjukkan keterampilan mereka. Mereka belajar bahwa dalam dunia nyata, kualitas produk harus bisa dinilai oleh banyak pihak secara profesional," jelasnya.
Acara ini tidak hanya memberikan pengalaman memasak bagi siswa, tetapi juga mengajarkan mereka konsep kewirausahaan. Mulai dari merancang menu, mengatur bahan baku, hingga menyajikan makanan dengan tampilan yang menarik, semuanya mencerminkan keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia bisnis kuliner. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memahami bagaimana menciptakan makanan yang lezat, tetapi juga bagaimana menghadirkannya sebagai produk yang memiliki nilai jual dan daya saing. Hal ini sejalan dengan tujuan MAN 4 Kampar untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan hidup yang dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang pekerjaan.
Kesuksesan acara ini terlihat dari antusiasme semua pihak yang hadir. Para tenaga pendidik menikmati setiap hidangan sambil memberikan masukan membangun kepada para siswa. Sementara itu, siswa merasa bangga dan semakin termotivasi untuk mengembangkan keterampilan mereka di bidang tata boga dan kewirausahaan.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, MAN 4 Kampar membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya sebatas teori di dalam kelas, tetapi juga memberikan pengalaman nyata yang dapat menjadi bekal berharga bagi masa depan siswa. "Siapa tahu dari sini lahir para chef dan pengusaha kuliner sukses di masa depan?" ujar salah satu guru dengan penuh harapan. (kj/Fatmi )