Kampa ( Kemenag )--Rasa empati dan tanggung jawab sosial kembali ditunjukkan oleh siswa-siswi MAN 4 Kampar Plus Keterampilan melalui kegiatan Fardhu Kifayah di Desa Gobah, Rabu, 30 Juli 2025. Mereka turut andil dalam prosesi pemulasaran jenazah keluarga dari Dr. H. Mahyudin, M.A., tokoh penting Kementerian Agama yang pernah menjabat sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Riau dan kini menjabat di IAIN Kerinci.
Kegiatan ini menjadi semakin bermakna karena almarhum juga merupakan keluarga dari Imroatul Hasanah, staf Tata Usaha di MAN 4 Kampar. Kehadiran siswa madrasah dalam kegiatan tersebut disambut haru oleh pihak keluarga sebagai bentuk nyata solidaritas dari civitas madrasah.
Dengan penuh khidmat, para siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler Fardhu Kifayah menjalankan tugas mulia mereka, mulai dari memandikan jenazah hingga mengantar ke tempat peristirahatan terakhir, didampingi oleh guru pembimbing sekaligus pembina ekskul, Nur’aini, S.H.I., M.A.
“Kami ingin menanamkan kepada siswa bahwa ilmu bukan hanya untuk dihafal, tapi juga diamalkan. Melalui kegiatan ini, mereka belajar langsung bagaimana Islam mengatur adab menghadapi kematian,” ujar Kepala MAN 4 Kampar, Arjuniwati, S.Pd., M.Pd.
Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini sejalan dengan misi madrasah untuk mencetak generasi unggul secara ilmu, berakhlak, dan siap terjun ke masyarakat. Filosofi “Madrasah Rasa Pesantren” bukan hanya slogan, tapi telah dihidupkan melalui aksi nyata para siswa.
Kehadiran mereka di tengah suasana duka juga menunjukkan bahwa madrasah bukan institusi yang terpisah dari masyarakat, melainkan bagian yang hidup dan tumbuh bersama warga sekitarnya.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran di madrasah tidak hanya berkutat pada teori di ruang kelas, tetapi juga praktik langsung dalam kehidupan sosial keagamaan, memperkuat jati diri siswa sebagai pelajar berkarakter dan berempati tinggi. (kj/fatmi)