Indragiri Hulu (Kemenag) – Dua siswa Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al-Ikhlas Peranap berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-53 tingkat Kecamatan Peranap yang digelar pada Awal Bulan Oktober ini. Mhd Alvian Rahman, siswa kelas 3, meraih Juara 1 cabang Tartil Qur’an Putra, sementara Arsy Annisa Maryam, siswi kelas 4, berhasil meraih Juara 3 cabang Tartil Qur’an Putri.
Keberhasilan ini tidak hanya
menjadi kebanggaan bagi keluarga besar madrasah, tetapi juga menjadi bukti
nyata hasil pembinaan berkelanjutan yang dilakukan Kementerian Agama Kabupaten
Indragiri Hulu terhadap lembaga pendidikan Islam di daerah. Melalui pembinaan
rutin, pendampingan guru, dan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan, madrasah
diharapkan mampu mencetak generasi Qur’ani yang berprestasi dan berakhlak
mulia.
Kepala Kantor Kementerian
Agama Kabupaten Indragiri Hulu, Darwison, menyampaikan apresiasi dan rasa
bangganya atas capaian para siswa MIS Al-Ikhlas tersebut. “Prestasi ini
menunjukkan bahwa madrasah tidak hanya tempat belajar ilmu agama, tetapi juga
wadah pembinaan karakter dan potensi anak-anak kita. Semoga keberhasilan ini
menjadi inspirasi bagi madrasah lain di Kabupaten Indragiri Hulu,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala
Seksi Pendidikan Madrasah, Hendriadi, menambahkan bahwa Kemenag Inhu akan terus
mendorong kegiatan pembinaan di madrasah agar lebih kompetitif dalam
ajang-ajang keagamaan. “Kami sangat mengapresiasi semangat para guru dan pembimbing
di MIS Al-Ikhlas. Ke depan, kami ingin setiap madrasah memiliki program
unggulan dalam pengembangan tilawah, tahfiz, dan seni baca Al-Qur’an,” katanya.
Kegiatan MTQ ini menjadi ajang
penting bagi para siswa madrasah untuk mengasah kemampuan membaca dan memahami
Al-Qur’an dengan baik. Selain memperkuat nilai-nilai spiritual, kegiatan
seperti ini juga berperan dalam membangun kepercayaan diri dan motivasi belajar
anak sejak usia dini.
Dengan prestasi yang diraih
oleh Mhd Alvian Rahman dan Arsy Annisa Maryam, madrasah diharapkan terus
melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi
juga kuat secara moral dan spiritual, sehingga mampu menjadi agen perubahan
positif di tengah masyarakat.
(Reski)