Kemenag (Kuansing)Singingi Hilir, 13 Agustus 2025 — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, kembali menunjukkan komitmennya dalam membina keluarga sakinah dengan menyelenggarakan Bimbingan Perkawinan (Binwin) bagi pasangan calon pengantin (catin).
Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 13 Agustus 2025, bertempat di Gedung MTDA Darussalam, Desa Koto Baru, dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Kegiatan diselenggarakan oleh Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kecamatan Singingi Hilir.
Salah satu hal menarik dalam kegiatan ini adalah kehadiran narasumber dari luar wilayah, Ustadz Rindra Febrian, S.Fil.I., M.H., Kepala KUA Kecamatan Sentajo Raya, yang menyampaikan materi ke-2 secara daring melalui aplikasi Zoom. Inovasi ini merupakan bagian dari program digital Smart Binwin KUA Singingi Hilir.
Teknologi Digital Tingkatkan Akses dan Interaksi
Melalui pemanfaatan teknologi digital, para peserta tetap mendapatkan materi berkualitas, interaktif, dan efisien, meskipun narasumber tidak hadir secara fisik. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya komunikasi dalam rumah tangga, peran suami dan istri, serta pengelolaan keluarga yang harmonis.
Sorotan utama tertuju pada pasangan Andi Anggara Peramana dari Jakarta dan Serlin Devi Rahmah dari Pekanbaru yang mengikuti bimbingan secara daring. Meskipun berada di lokasi berbeda, mereka tampak aktif berpartisipasi: mengakses Zoom dengan lancar, mengikuti sesi tanya jawab, dan mencatat poin-poin penting dari narasumber.
Kemampuan mereka dalam memanfaatkan teknologi menjadi inspirasi bagi peserta lain, khususnya calon pengantin generasi muda yang juga dihadapkan pada tantangan era digital.
Apresiasi dan Dukungan dari KUA
Kepala KUA Singingi Hilir, Zulfikar Ali, menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh peserta, termasuk kepada figur inspiratif seperti Mbah Wage, yang membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk belajar dan beradaptasi dengan teknologi.
 "Smart Binwin ini kami hadirkan untuk menjangkau lebih banyak pasangan catin secara efektif dan efisien. Kami sangat bangga dan terinspirasi oleh pasangan meski jarak berjauhan, yang menunjukkan bahwa siapapun bisa belajar, apalagi demi membina rumah tangga yang berkualitas," ujar Zulfikar Ali.
Program ini diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas administratif, tetapi menjadi bekal nyata dalam membangun rumah tangga yang kokoh, harmonis, dan berakhlak mulia.
Harapan ke Depannya
KUA Singingi Hilir berkomitmen untuk terus mengembangkan Smart Binwin sebagai platform pembinaan pernikahan yang inklusif, fleksibel, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Diharapkan, lebih banyak pasangan calon pengantin, termasuk yang tinggal di wilayah pelosok atau memiliki keterbatasan waktu, dapat mengikuti bimbingan secara daring maupun hybrid.
Keterlibatan pasangan inspiratif seperti Andi dan Serlin menjadi bukti bahwa teknologi dapat menyatukan niat baik, meskipun terpisah jarak. Hal ini mendorong semangat generasi muda untuk tidak hanya siap menikah, tetapi juga siap membangun rumah tangga dengan cinta, tanggung jawab, dan komitmen tinggi.
Dengan sinergi antara lembaga keagamaan, tokoh masyarakat, dan pemanfaatan teknologi, Smart Binwin berpotensi menjadi model pembinaan pernikahan yang berkelanjutan di era digital.(MB)