Indragiri Hulu (Kemenag) – Upaya pencegahan pernikahan dini terus digencarkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rengat Barat. Pada Jumat (26/09/2025), Kepala KUA Rengat Barat, Yusrianto, menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi bertajuk “Pernikahan Dini dan Dampaknya” yang dilaksanakan di SMPN 4 Rengat Barat, Desa Sungai Baung. Kegiatan ini diikuti oleh para siswa, guru, dan tenaga kependidikan dengan tujuan memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya kesiapan mental, sosial, dan ekonomi sebelum menikah.
Dalam pemaparannya, Yusrianto menekankan bahwa pernikahan dini bukan hanya berdampak pada pasangan yang menikah, tetapi juga berpengaruh besar terhadap keluarga dan masyarakat.
“Menikah itu bukan sekadar sah secara hukum agama, tetapi juga harus matang secara
fisik, psikologis, dan ekonomi. Jika tidak, yang terjadi justru banyak
persoalan sosial di kemudian hari,” ujarnya di hadapan para peserta.
Ia juga menjelaskan bahwa
banyak kasus perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, hingga putus sekolah
yang bermula dari pernikahan usia muda. Oleh karena itu, pihak KUA melalui
kegiatan seperti ini berupaya memberikan edukasi langsung kepada remaja agar mereka
memiliki kesadaran dan pemahaman yang benar tentang makna pernikahan. “Kita
ingin anak-anak SMP dan SMA tahu bahwa menikah bukan solusi dari setiap
masalah, tapi tanggung jawab besar yang harus dipersiapkan dengan baik,”
tambahnya.
Kegiatan ini mendapat respon positif dari pihak sekolah. Kepala SMPN 4 Rengat Barat menyampaikan apresiasi atas kehadiran KUA yang telah memberikan wawasan berharga bagi para siswa.
“Anak-anak kami sangat antusias. Mereka jadi paham bahwa masa depan mereka
harus dimulai dengan pendidikan dan persiapan diri yang matang, bukan
terburu-buru menikah,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini,
diharapkan para siswa SMPN 4 Rengat Barat mampu menjadi generasi yang lebih
bijak dalam mengambil keputusan terkait masa depan, khususnya dalam menyikapi
fenomena pernikahan dini yang masih sering terjadi di masyarakat. Edukasi semacam
ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam membangun kesadaran sejak dini
tentang pentingnya perencanaan hidup yang matang dan bertanggung jawab.
(Reski)