0 menit baca 0 %

SPIRIT KMA 624/2021 DORONG PENGAWAS MADRASAH KAWAL PENCAPAIAN REVOLUSI PEMBELAJARAN

Ringkasan: Kuansing ( inmas ) Pemaparan materi sosialisasi KMA nomor 624 tahun 2021 oleh Dr. H. Ahmad Hidayatullah cukup menyentak puluhan perwakilan pengawas madrasah se-Provinsi Riau di Aula Kanwil Kemenag, Rabu (24/11). Pasalnya, Kasubdit KSKK Ditjen Pendis Kemenag RI tersebut mengantarkan materi melalui ru...

Kuansing ( inmas ) Pemaparan materi sosialisasi KMA nomor 624 tahun 2021 oleh Dr. H. Ahmad Hidayatullah cukup menyentak puluhan perwakilan pengawas madrasah se-Provinsi Riau di Aula Kanwil Kemenag, Rabu (24/11). Pasalnya, Kasubdit KSKK Ditjen Pendis Kemenag RI tersebut mengantarkan materi melalui ruh atau spirit revolusi pembelajaran yang dianut oleh KMA tentang Supervisi Pembelajaran itu.

Menurut Ahmad, revolusi industri yang awalnya memakan waktu lebih dari 100 tahun sejak revolusi pertama dan kedua (1756-1870), tiba-tiba menggelinding cepat menjadi 40 tahunan pada revolusi ketiga dan keempat(1980-2018), bahkan hanya dalam waktu 2-4 tahun beberapa belahan dunia mulai memasuki era revolusi industri 5.0 sejak 2020-2022. Selanjutnya dapat dibayangkan betapa revolusi industri di masa mendatang akan berkali-kali lebih cepat lagi. 

Percepatan perubahan itulah yang menurutnya telah merubah bahkan menghilangkan Warung Telpon (wartel) menjadi Warung Internet (Warnet) yang kini pun tengah menuju pase kepunahan di lindas smartphone. Selain itu dimensi-dimensi abad 21 yang meliputi Internet of Thing (IOT), Big Data dan otomatisasi melalui Artificial Inteligent telah pula merubah pola kebutuhan dunia usaha terhadap tenaga manusia. 

Dalam dunia pendidikan, pola-pola pembelajaran konvensional yang cenderung statis, framing, teacher centered dan bersifat mengejar target materi tentu saja tidak lagi relevan dengan kebutuhan masa depan, baik dari sisi proses maupun hasil. Kreatifitas dan inovasi yang didasari pemikiran yang kritis perlu dimunculkan melalui beragam sumber dengan cara komunikatif dan kolaboratif (4K/4C) disertai daya tahan karakter ideologis religius.

Ringkasnya, pola pembelajaran masa depan bukanlah soal seberapa banyak sikap, pengetahuan dan keterampilan yang dikenalkan kepada peserta didik, melainkan soal bagaimana ‘menyiapkan segala sesuatu yang memampukan peserta didik merespon tantangan kehidupan mereka’. Inilah yang menjadi tujuan REVOLUSI PEMBELAJARAN melalui tiga langkah kegiatan besar, yakni :

1. Kebebasan berinovasi bagi guru dan peserta didik (Merdeka Belajar)

2. Quality Management, meliputi Quality Assurance, Quality Cotrol dan Quality Improvement

3. Pengalaman Pembelajaran Bermakna

Untuk menjamin keterlaksanaan revolusi tersebut, KMA 624 tahun 2021 mengamanatkan agar pengawasan tidak hanya sebatas penilaian dan tugas-tugas administrastif guru, melainkan lebih difokuskan pada upaya pembimbingan, pendampingan, pelatihan serta kemitraan kolaboratif pengawas, guru dan kepala madrasah dalam proses pembelajaran. ( SH )Â