0 menit baca 0 %

Staf Seksi PAPKIS Hadiri Pembinaan Kehumasan, Kemenag Kuansing Soroti Penguatan Publikasi Lembaga

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi mengadakan kegiatan Pembinaan dan Evaluasi Kehumasan pada Kamis (04/11/2025) di Aula Mini Kemenag Kuansing, Beringin Teluk Kuantan. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat fungsi kehumasan sebagai wajah lembaga ya...


Kuansing (Kemenag) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi mengadakan kegiatan Pembinaan dan Evaluasi Kehumasan pada Kamis (04/11/2025) di Aula Mini Kemenag Kuansing, Beringin Teluk Kuantan. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat fungsi kehumasan sebagai wajah lembaga yang harus tampil profesional, informatif, dan dapat dipercaya publik.

Acara dimulai pukul 09.00 WIB dan dibuka langsung oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Kuansing, Bakhtiar. Ia menegaskan bahwa humas memegang peran vital dalam menjaga citra positif lembaga. Menurutnya, peningkatan kualitas publikasi harus menjadi komitmen bersama seluruh jajaran tanpa terkecuali, terutama pada era digital yang terus bergerak cepat.

Dalam arahannya, Bakhtiar menekankan pentingnya meningkatkan ekspos kegiatan di setiap seksi. Ia menyampaikan bahwa publik perlu mengetahui berbagai program, layanan, dan aktivitas yang dilakukan Kemenag Kuansing. “Kalau kita tidak menyampaikan informasi, publik tidak akan tahu apa yang kita kerjakan. Karena itu, berita harus rutin, jelas, dan akurat,” kata Bakhtiar.

Kontributor kehumasan dari Seksi PAPKIS, Yudhi Zetya Gangga, turut hadir sebagai salah satu pelaksana publikasi. Ia menilai pembinaan ini penting untuk menyamakan persepsi sekaligus memperbaiki pola kerja kehumasan ke depan. Yudhi berharap setiap seksi lebih proaktif memberikan bahan publikasi agar informasi yang tersaji kepada masyarakat semakin lengkap dan terpercaya.

Pembinaan ini lahir dari kebutuhan akan humas yang lebih rapi dan terkoordinasi. Fenomena salah informasi, miskomunikasi, atau kurangnya dokumentasi kegiatan dianggap dapat mengganggu citra lembaga. Karena itu, evaluasi dilakukan untuk memastikan informasi dari Kemenag Kuansing tersampaikan secara cepat, tepat, dan sesuai standar jurnalistik.

Dalam sesi diskusi, Bakhtiar kembali menegaskan bahwa waktu bukan alasan untuk tidak membuat berita. Menurutnya, setiap kegiatan memiliki nilai publikasi, dan tugas humas adalah mengelolanya menjadi informasi yang bermanfaat bagi masyarakat. “Luangkan sedikit waktu untuk menulis. Satu berita sehari pun bisa membentuk kebiasaan baik,” ujarnya.

Melalui pembinaan ini, Kemenag Kuansing berharap seluruh jajaran semakin memahami pentingnya peran humas dalam membangun kepercayaan publik. Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa transparansi dan akuntabilitas tidak hanya datang dari pelayanan, tetapi juga dari bagaimana lembaga menyampaikan informasi kepada masyarakat secara terbuka, berkualitas, dan berkelanjutan. (YZG)