0 menit baca 0 %

"Suara Qur’ani Menggema di Pagi Hari" — Kegiatan Muhadharah Bangun Semangat dan Karakter Religius Siswa MIS LPM Kasikan

Ringkasan: Kampar (Kemenag)- Pagi yang sejuk di halaman MIS LPM Kasikan menjadi lebih bermakna dengan lantunan ayat suci Al-Qur an yang mengalun merdu dalam kegiatan Muhadharah rutin. Sebelum memasuki kelas, seluruh siswa-siswi berdiri rapi di lapangan untuk mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat dan kek...

Kampar (Kemenag)- Pagi yang sejuk di halaman MIS LPM Kasikan menjadi lebih bermakna dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang mengalun merdu dalam kegiatan Muhadharah rutin. Sebelum memasuki kelas, seluruh siswa-siswi berdiri rapi di lapangan untuk mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat dan kekhusyukan.


Kegiatan Muhadharah Sabtu, (26/07/25) kali ini dipandu oleh perwakilan kelas VI A, yang bertugas membacakan ayat suci Al-Qur’an beserta artinya, menyampaikan pidato keagamaan, serta melantunkan sholawat penuh hikmah. Dengan bimbingan dari Bapak Supriyono dan Ibu Sri Devi, S.Pd., serta pengawasan langsung dari Kepala Madrasah, Ibu Ernida, S.Pd.I, kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan penuh semangat.


Muhadharah bukan sekadar tradisi mingguan. Lebih dari itu, ia menjadi ruang untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap Al-Qur’an, melatih keberanian berbicara di depan umum, dan membentuk karakter religius dalam diri siswa. Setiap anak yang tampil diberikan ruang untuk berkembang dan menunjukkan potensi terbaiknya.


> “Kegiatan ini menjadi bekal awal bagi siswa untuk mencintai ilmu, percaya pada kemampuan diri, dan berani menyampaikan kebaikan,” ujar Ibu Ernida penuh harap.




Para guru dan siswa yang menyaksikan pun memberikan dukungan dan apresiasi atas penampilan teman-teman mereka. Suasana yang penuh semangat ini menjadi bukti bahwa pendidikan karakter dan spiritual dapat berjalan beriringan dengan kegiatan akademik.


Dengan Muhadharah, MIS LPM Kasikan terus berkomitmen mencetak generasi Qur’ani yang cerdas, percaya diri, dan berakhlakul karimah.


(Zaipul)


1. Perhatikan unsur 5w plus 1H berita

2. Sertakan narasumber setiap membuat berita (pada paragraf pertama atau kedua)

3. judul tidak perlu panjang, dan tidak perlu tanda kutip yang penting inti pokok berita yang ingin disampaikan membuat pembaca mengerti isi