0 menit baca 0 %

Suara Santri Menggema di Mimbar Raya: Sholeman, Siswa MAN 4 Kampar, Sampaikan Khutbah Jumat di Masjid Raya Danau Bingkuang

Ringkasan: Kampa ( Kemenag)--Di bawah langit Tambang yang cerah, Masjid Raya Danau Bingkuang, Desa Tambang, Kecamatan Tambang, menjadi saksi bisu berkah yang berbeda pada Jumat pagi, 1 Agustus 2025. Mimbar yang biasanya diisi oleh para ulama senior, hari itu dipercayakan kepada sosok muda: Sholeman, siswa kela...

Kampa ( Kemenag)--Di bawah langit Tambang yang cerah, Masjid Raya Danau Bingkuang, Desa Tambang, Kecamatan Tambang, menjadi saksi bisu berkah yang berbeda pada Jumat pagi, 1 Agustus 2025. Mimbar yang biasanya diisi oleh para ulama senior, hari itu dipercayakan kepada sosok muda: Sholeman, siswa kelas XII B MAN 4 Kampar Plus Keterampilan.

Dengan suara lantang dan penuh keyakinan, Sholeman menyampaikan khutbah bertema “Al-Qur’an sebagai Pedoman Hidup”. Di hadapan ratusan jamaah, ia menyerukan pesan yang kuat dan tulus agar umat Islam senantiasa kembali kepada Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup di tengah zaman yang penuh tantangan.

 “Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk diamalkan. Ia adalah cahaya di tengah gelapnya zaman, dan pedoman hidup yang menyelamatkan kita di dunia dan akhirat,” lantangnya dari atas mimbar, menyentuh hati banyak jamaah yang hadir.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari program pembinaan karakter dan dakwah siswa MAN 4 Kampar. Sebuah inisiatif madrasah untuk tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara akademik, tapi juga berani tampil, menyampaikan kebenaran, dan menjadi penyambung risalah Islam di tengah masyarakat.

Mengusung visi “Madrasah Rasa Pesantren”, MAN 4 Kampar terus menghidupkan nilai-nilai keislaman yang terintegrasi dalam pembelajaran, membangun akhlak dan kepemimpinan sejak bangku madrasah. Program ini juga menjadi kontribusi nyata dalam mendukung visi Kabupaten Kampar sebagai “Negeri Santri”.

Kepala MAN 4 Kampar Plus Keterampilan, Arjuniwati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa bangganya atas keberanian dan ketulusan Sholeman dalam menyampaikan khutbah.

 “Ini bukan sekadar khutbah. Ini adalah langkah awal perjuangan dakwah generasi muda. Ini tentang keberanian, tentang cinta kepada agama, dan kesiapan menjadi agen perubahan. Kami yakin, suara santri akan terus menggema – tidak hanya di masjid, tapi juga di ruang-ruang kehidupan,” ungkapnya penuh haru.

Dengan semangat gerakan 1 Hari 1 Kebaikan, MAN 4 Kampar Plus Keterampilan akan terus memfasilitasi para siswa untuk hadir sebagai teladan di madrasah dan masyarakat, membawa nilai-nilai kebaikan dan dakwah ke mana pun mereka melangkah.

Hari ini, suara Sholeman telah menggema. Besok, akan ada suara santri lainnya yang menyusul. Karena dari madrasah yang sederhana ini, lahir para pembawa cahaya – menyalakan lentera ilmu, iman, dan amal di bumi Kampar tercinta.(kjfatmi)