Kampar ( Kemenag )---Pagi itu, Selasa (14/10/2025), udara di lingkungan MAN 4 Kampar Plus Keterampilan terasa lebih hangat dari biasanya. Bukan karena cuaca, tapi karena suasana yang dipenuhi sapaan dan tawa para siswa yang saling bertegur sapa dalam bahasa Arab. Untuk pertama kalinya, madrasah ini menggelar Arabic Day, sebuah program pembiasaan berbahasa asing yang dikemas dengan cara menyenangkan dan komunikatif.
Sejak bel masuk berbunyi, suasana madrasah langsung berubah. Di setiap lorong terdengar suara para siswa yang berlatih mengucapkan salam dan kalimat sederhana seperti “Kaifa haluka?” atau “Ana bikhair, walhamdulillah.” Para guru pun tak mau kalah mereka turut berinteraksi dengan bahasa Arab di setiap kesempatan, mulai dari absen hingga instruksi belajar.
Kegiatan ini diinisiasi oleh tim pembina bahasa Arab dan dipandu langsung oleh Muhammad Adiatma, S.Pd.I, pembimbing bahasa Arab yang dikenal energik dan kreatif. Ia menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membentuk lingkungan berbahasa Arab secara alami di madrasah.
 “Kami ingin menciptakan atmosfer yang hidup, di mana bahasa Arab bukan hanya pelajaran di kelas, tapi menjadi bagian dari keseharian siswa,” ungkapnya.
Menurutnya, tidak masalah jika siswa masih terbata-bata. “Yang penting mereka berani mencoba. Dari keberanian itu lahir kebiasaan, dan dari kebiasaan lahir kemampuan,” tambahnya penuh semangat.
Kepala MAN 4 Kampar Plus Keterampilan, Arjuniwati, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh guru dan siswa atas semangat mereka.
 “Arabic Day ini menjadi langkah awal dalam menumbuhkan budaya berbahasa yang positif di madrasah. Bahasa Arab bukan hanya identitas umat Islam, tetapi juga kunci untuk memahami khazanah keilmuan Islam yang sangat luas,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini sejalan dengan visi Madrasah Plus Keterampilan, yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kompetensi global siswa.
“Kami ingin mencetak generasi madrasah yang cakap berbahasa, berkarakter kuat, dan siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman,” tegasnya.
Sementara itu, para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi. Beberapa bahkan menempelkan kartu kosakata di meja dan papan kelas mereka agar mudah diingat. Tidak sedikit pula yang berlatih membuat percakapan sederhana sambil tersenyum malu-malu.
Kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan berbicara (maharah kalam), tetapi juga mempererat hubungan antara guru dan siswa. Madrasah seakan hidup dengan semangat baru—semangat berbahasa, belajar, dan berinteraksi dengan cara yang lebih menyenangkan.
Program Arabic Day rencananya akan digelar setiap pekan, dengan variasi kegiatan seperti game vocabulary, mini drama, hingga lomba pidato pendek berbahasa Arab. Semua diarahkan untuk menjadikan bahasa Arab sebagai bagian dari budaya madrasah.
Dengan langkah kecil namun bermakna ini, MAN 4 Kampar menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi. Dari kata sapaan sederhana di pagi hari, lahir semangat besar untuk membangun madrasah yang aktif, komunikatif, dan siap bersaing di era global.
(kj/fatmi)